Mantan PM Australia Bob Hawke Meninggal Dunia pada Usia 89 Tahun

Kompas.com - 17/05/2019, 09:45 WIB
Mantan Perdana Menteri Australia Bob Hawke.  (REUTERS/Chaiwat Subprasom)
Chaiwat SubprasomMantan Perdana Menteri Australia Bob Hawke. (REUTERS/Chaiwat Subprasom)

SYDNEY, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Australia Bob Hawke meninggal dunia pada usia 89 tahun. Bob Hawke menjabat sebagai perdana Menteri Australia dan partai Buruh dari 1983 hingga 1991.

Dikenal sebagai seorang konsiliator yang hebat, Hawke selama menjabat sebagai PM seperti memodernisasi ekonomi Australia dan mengintegrasikannya ke dalam komunitas global, membangun skema subsidi kesehatan Medicare, dan memperjuangkan masalah lingkungan.

Dia juga tercatat pernah memenangkan empat kali pemilihan umum federal, pencapaian yang menempatkannya sebagai perdana menteri paling lama menjabat di Partai Buruh.

Baca juga: Pj Wali Kota Makassar Hadiri Diskusi Peternakan Australia


Dia juga menjadi perdana menteri terlama yang menjabat ketiga di Australia setelah Robert Menzies dan John Howard.

Bob Hawke meninggalkan seorang istri, penulis biografi Blanche d'Alpuget, dan tiga orang anaknya bernama Susan, Stephen dan Rosslyn.

D'Alpuget merilis pernyataan yang mengatakan suaminya meninggal dunia dengan tenang di rumah.

Keluarga akan menyelenggarakan upacara pemakaman pribadi menjelang upacara penghormatan di Sydney dalam beberapa pekan ke depan

"Bob sangat dicintai oleh keluarganya, dan begitu banyak teman dan kolega," bunyi pernyataan itu.

Pemimpin yang menyatukan

Pemimpin Partai Buruh saat ini, Bill Shorten, dalam cuitannya menyebut Bob Hawke adalah putra terbesar dari gerakan buruh.

"Warga Australia di mana saja akan mengenang dan menghormati seorang pria yang telah memberi begitu banyak kepada negara dan orang-orang yang sangat dia sayangi," katanya.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengirim ucapan belasungkawa kepada keluarga.

"Bob Hawke adalah orang warga Australia hebat yang memimpin dan melayani negara kami dengan semangat, keberanian, dan intelektual berdaya tinggi sehingga membuat negara kami lebih kuat," kicaunya di Twitter.

"Dia memiliki kemampuan unik untuk berbicara dengan semua lapisan warga Australia," lanjutnya.

Berakhirnya "kemitraan luar biasa"

Warisan kepemimpinan Bob Hawke terkait erat dengan saingan politiknya yang terkenal Paul Keating, yang mengambil alih jabatan sebagai perdana menteri dan pemimpin Partai Buruh 1991.

Paul Keating mengatakan, keduanya sangat menikmati kemitraan yang hebat.

Baca juga: Beli Obat Kumur di Australia Utara Nantinya Butuh Kartu Identitas?

"Dia memahamiimajinasi adalah pusat dari pembuatan kebijakan dan dia tidak pernah kekurangan keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan guna mengubah imajinasi itu menjadi kenyataan," ujarnya.

Hawke disebut sakit sehingga menghadiri peluncuran kampanye pemilihan Partai Buruh pada awal bulan ini.

"Bob, tentu saja, berharap Partai Buruh akan memenangkan Pemilu Federal pada akhir pekan ini. Teman-temannya juga, berharap dia akan menyaksikan kemenangan tersebut," tulis Keating.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X