Putin: Rusia Bukan Pemadam Kebakaran yang Bisa Menyelamatkan Segalanya

Kompas.com - 16/05/2019, 23:49 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers tahunan di Moskwa pada Kamis (20/12/2018).AFP/ALEXANDER NEMENOV Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers tahunan di Moskwa pada Kamis (20/12/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku turut menyesalkan kesepakatan nuklir Iran 2015 yang berantakan, setelah Teheran menyebut akan meninggalkan perjanjian tersebut.

Akan tetapi, Putin juga menekankan jika Rusia bukanlah negara "pemadam api" yang dapat menyelamatkan segala hal.

"Kami turut menyesalkan bahwa kesepakatan (nuklir Iran 2015) itu berantakan," kata Putin usai berbicara dengan Presiden Austria Alexander van der Bellen, Rabu (15/5/2019).

"Setelah penandatanganan perjanjian, Iran adalah dan masih merupakan negara yang paling dapat diverifikasi dan transparan di dunia dalam hal ini," lanjut Putin.

"Iran telah memenuhi setiap kewajibannya," tambah Putin, yang mengutip Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Baca juga: Iran Ancam Bakal Memproses Uranium untuk Membuat Nuklir dalam Jumlah Besar jika...

Putin mendesak kepada Iran untuk mempertimbangkan kembali dan tidak serta merta keluar dari kesepakatan nuklir 2015. Namun dia menambahkan bahwa hanya itu yang bisa dilakukan Moskwa.

"Rusia bukanlah pemadam kebakaran. Kami tidak bisa menyelamatkan semua yang tidak sepenuhnya bergantung kepada kami. Kami telah memainkan peran kami," ujar Putin.

Putin juga mengatakan bahwa setelah Presiden AS Donald Trumo menarik diri dari kesepakatan itu tahun lalu, tidak ada yang dapat dilakukan negara-negara Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan tersebut.

Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov menyatakan keprihatinannya atas peningkatan ketegangan yang terjadi antara AS dengan Iran.

Namun pihaknya telah mendapat jaminan dari Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang berkunjung ke Rusia, Selasa (14/5/2019), bahwa Washington tidak mencari peperangan dengan Teheran.

"Sejauh ini kami terus memperhatikan peningkatan ketegangan di sekitar masalah ini. Kami turut prihatin dengan keputusan yang diambil oleh pihak Iran," ujar Peskov, yang menilai bahwa Washington telah memprovokasi Iran.

Baca juga: Netanyahu: Kita Tidak Bisa Izinkan Iran Miliki Persenjataan Nuklir

Selama kunjungannya ke Sochi, Pompeo mengatakan bahwa negaranya tidak menginginkan perang dengan Iran, meski terjadi peningkatan ketegangan yang mendorong Pentagon untuk mengirim armada tambahan ke wilayah Teluk.

Namun Peskov meragukan pernyataan Pompeo. "Tidak ada jaminan dari Pompeo dan orang sulit berbicara tentang jaminan semacam itu," ujarnya, dikutip AFP.

Iran telah mengancam bakal meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 apabila tidak ada perjanjian baru yang dibuat dalam 60 hari setelah pernyataan Teheran. Selain itu, mereka juga berniat meningkatkan pengayaan uranium negara mereka.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional
Anggota ISIS 'Jihadi Jack' Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Anggota ISIS "Jihadi Jack" Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Internasional

Close Ads X