Kompas.com - 16/05/2019, 18:19 WIB

"Palestina adalah milik kami. Langit, laut, maupun tanah di sana adalah milik kami. Orang asing di sana haruslah segera diusir," kata Habib di salah satu lokasi demonstrasi.

Tahun lalu, peringatan Nakba terjadi di tengah pemindahan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) yang semula berlokasi di Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemindahan tersebut terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pengakuan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel pada 6 Desember 2017 lalu.

Sebagai hasil dari pemindahan itu, sebanyak 40.000 orang Palestina berunjuk rasa di Gaza dengan militer Israel dilaporkan membunuh 60 orang, dan melukai 1.000 lainnya.

Selama bertahun-tahun, Israel selalu menolak adanya permintaan supaya Palestina diizinkan kembali ke wilayahnya meski terdapat Resolusi PBB 194.

Baca juga: Indonesia: Stop Pembangunan Permukiman Ilegal Israel di Palestina!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.