Menteri Pertahanan Iran Janji Bakal Kalahkan Aliansi AS-Israel

Kompas.com - 15/05/2019, 23:28 WIB
Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami.AFP / ALEXANDER NEMENOV Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami.

TEHERAN, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami menjanjikan bahwa Iran bakal memaksa Amerika Serikat dan Israel merasakan pahitnya kekalahan.

Pernyataan itu disampaikan Hatami di hadapan para veteran pasukan Garda Revolusi Iran, di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Teheran dengan Washington, sejak Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015.

Ketegangan hubungan AS dengan Iran telah mengalami eskalasi dalam sepekan terakhir, dengan Washington mengumumkan telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Teluk karena menuding Iran merencanakan ancaman serangan terhadap AS dan sekutunya.

"Negara Islam Iran dengan bangga akan sekali lagi melalui periode waktu yang sensitif ini dengan kepala tegak dan memaksakan kekalahan pahit kepada aliansi Amerika-Zionis," kata Hatami, merujuk pada AS dan sekutunya, Israel.


Baca juga: Rouhani: Iran Terlalu Besar untuk Diintimidasi Siapa Pun

Dilaporkan kantor berita semi-pemerintah Iran, ISNA, Jenderal Iran itu mengatakan bahwa AS tidak menahan diri dari persekongkolan dan tipu daya apa pun terhadap Iran, sejak revolusi Islam pada lebih dari 40 tahun lalu.

Sebelumnya diberitakan, Pentagon, pada akhir pekan lalu, telah mengerahkan armada kapal amfibi dan sistem peluncur rudal Patriot miliknya ke wilayah Teluk.

Pengerahan tersebut akan memberi dukungan terhadap kapal perang dan pesawat pembom B-52 yang telah dikerahkan sebelumnya.

Sementara sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan, Selasa (14/5/2019), bahwa peningkatan ketegangan yang terjadi belakangan sebagai ujian tekad, dan menekankan bahwa tidak akan ada perang antara Iran dengan AS.

"Kami maupun mereka (AS) tidak mencari perang. Mereka tahu (perang) itu tidak akan membawa keuntungan apa pun bagi mereka," kata Ali Khamenei.

Teheran pada 8 Mei lalu telah mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan sebagian perjanjian dalam kesepakatan nuklir 2015 dan mengancam akan memulai kembali pengayaan uranium negaranya, apabila tidak ada kesepakatan baru dalam 60 hari setelahnya.

Pengumuman Iran itu datang tepat satu tahun setelah Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 dan kembali memberlakukan sanksi kepada Teheran, memberi pukulan berat bagi perekonomian negara itu.

Baca juga: Pemimpin Agung Iran: Tidak Akan Ada Perang dengan AS



Terkini Lainnya

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Internasional
Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Internasional
PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

Internasional
Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Internasional
Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Internasional
Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Internasional
Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Internasional
Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Internasional
Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Internasional
Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Internasional
Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Internasional
Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Internasional
Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Internasional
Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Internasional

Close Ads X