Amnesti Internasional Sebut Pemerintah Venezuela Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Kompas.com - 15/05/2019, 21:44 WIB
Polisi antihuru-hara berlindung dari lemparan batu dari demonstran dalam aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Caracas, pada Senin (21/1/2019).AFP / FEDERICO PARRA Polisi antihuru-hara berlindung dari lemparan batu dari demonstran dalam aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Caracas, pada Senin (21/1/2019).

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Amnesti Internasional mendesak kepada Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) untuk menggelar penyelidikan atas pemerintah Venezuela.

Organisasi hak asasi manusia itu menuding pemerintahan Presiden Nicolas Maduro telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam tindakan kerasnya kepada massa protes anti-pemerintah.

"Pemerintah Maduro telah menanggapi dengan kebijakan penindasan yang sistematis dan luas ketika protes anti-pemerintah melanda negara itu pada akhir Januari lalu, setelah pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara," kata pernyataan Amnesti Internasional.

"Lawan-lawan Maduro telah disiksa dan terbunuh selama proses penindakan itu," lanjut pernyataan Amnesti Internasional, seperti dikutip AFP, Selasa (14/5/2019).


Baca juga: Jenderal Venezuela Serukan Perlawanan terhadap Presiden Maduro

"Sifat serangan, tingkat koordinasi oleh pasukan keamanan, serta tanda-tanda pola yang serupa dengan 2014 dan 2017 membuat Amnesti Internasional percaya bahwa pemerintah Venezuela telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata pernyataan organisasi itu.

Amnesti Internasional mengatakan telah mengirim tim pencari fakta ke negara itu pada Februari lalu untuk menyelidiki tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah yang terjadi sebelum dan sesudah deklarasi Guaido.

Menurut organisasi hak asasi manusia yang berbasis di London itu, setidaknya 47 orang telah tewas selama aksi protes yang berlangsung pada 21-25 Januari.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 orang telah ditembak mati oleh pasukan keamanan, sementara enam lainnya dibunuh oleh massa pendukung pemerintah.

"Sebanyak 11 kematian itu adalah eksekusi di luar hukum," kata Erika Guevara, direktur Amnesti Internasional Amerika, yang mempresentasikan laporannya di Mexico City.

"Pasukan negara mengidentifikasi peserta aksi yang menonjol, menemukan mereka, dan tak lama kemudian membunuh mereka. Beberapa dari mereka disiksa sebelum terbunuh," kata laporan itu.

Baca juga: Mendarat di Venezuela, Pesawat China Angkut Bantuan Medis 71 Ton

Sebanyak lebih dari 900 orang, termasuk anak-anak, juga dilaporkan telah ditahan secara sewenang-wenang selama periode yang sama.

Atas dasar laporan itu, Amnesti Internasional mendesak kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) untuk menggelar penyelidikan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X