Negara Bagian Alabama Tetapkan Aborsi sebagai Tindak Kriminal

Kompas.com - 15/05/2019, 14:57 WIB
Aborsi.Shutterstock Aborsi.

MONTGOMERY, KOMPAS.com — Senat Negara Bagian Alabama, Selasa (14/5/2019), meloloskan undang-undang anti- aborsi paling keras di Amerika Serikat yang hampir melarang total pembatalan kehamilan.

Undang-undang baru ini bahkan melarang korban pemerkosaan menggugurkan kandungan dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup untuk dokter yang membantu prosedur aborsi.

Undang-undang yang diloloskan senat yang didominasi politisi Partai Republik itu dikirimkan ke Gubernur Kay Ivey untuk ditandatangani dan diundangkan.

Jika gubernur meneken undang-undang baru ini, kemungkinan besar akan memicu perlawanan hukum hingga ke Mahkamah Agung.


Baca juga: Texas Usulkan Hukuman Mati bagi Wanita yang Lakukan Aborsi

Di bawah undang-undang, melakukan aborsi adalah sebuah kejahatan dan bisa membuat dokter yang melakukannya terancam hukuman penjara 10-99 tahun.

Aborsi dianggap sah secara hukum jika nyawa seorang ibu terancam atau kondisi janin sudah tidak bisa diselamatkan.

Organisasi pengacara HAM Amerika Serikat (ACLU) berjanji akan mengajukan gugatan untuk menggagalkan implementasi undang-undang ini.

"Undang-undang ini menghukum korban pemerkosaan dan inses dengan mengambil hak untuk mengendalikan tubuh mereka sendiri dan memaksa mereka untuk melahirkan bayi," demikian ACLU.

Sementara itu, Organisasi Perempuan Nasional (NOW) menyebut, undang-undang ini inkonstitusional dan akan mengirim para perempuan kembali ke masa kegelapan.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Alabama Will Ainsworth menyambut baik terbitnya undang-undang ini dan menyebutnya sebagai langkah maju untuk membela hak bayi yang belum dilahirkan.

Para pendukung undang-undnag baru ini sudah menyatakan kesiapannya untuk bertarung hingga ke Mahkamah Agung.

Apalagi, sebagian besar para hakim di Mahkamah Agung AS di masa pemerintahan Presiden Donald Trump memiliki pandangan konservatif.

Akibatnya, sebagian politisi Partai Republik ingin membatalkan hasil sidang Roe vs Wading pada 1973 yang memberikan hak kepada perempuan untuk melakukan aborsi.

"Anda sudah memerkosa Negara Bagian Alabama," kata pemimpin Partai Demokrat di senat, Bobby Singleton.

"Anda ingin mengatakan kepada putri saya bahwa dia tak berarti apa-apa di Alabama. Pria boleh memerkosamu dan kamu harus melahirkan bayi jika mengandung," kata Singleton.

Sejumlah negara bagian konservatif memberlakukan aturan anti-aborsi yang keras sehingga berujung perlawanan hukum hingga ke Mahkamah Agung.

Baca juga: Korsel Putuskan Larangan Aborsi Bertentangan dengan Konstitusi

Adapun negara bagian dengan mayoritas kelompok liberal sedang mencari cara terbaik untuk memasukkan hak aborsi ke konstitusi mereka.

Tahun ini saja, 28 dari 50 negara bagian menerbitkan lebih dari 300 aturan baru untuk membatasi aborsi. Demikian laporan dari Guttmacher Institute yang memperjuangkan hak-hak perempuan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X