Hari Ini dalam Sejarah: Senapan Mesin Pertama di Dunia Dipatenkan

Kompas.com - 15/05/2019, 13:38 WIB
Senapan mesin pertama dunia Puckle GunHistory Senapan mesin pertama dunia Puckle Gun

 

KOMPAS.com - Perang menjadi ajang pembuktian tiap negara mengenai persenjataan siapa yang paling canggih. Mereka mendesain senjata yang belum dikembangkan oleh pihak mana pun.

Sejak abad ke-14, beberapa negara berusaha membuat senjata yang mampu menembakkan peluru jarak jauh untuk bisa menembus pertahanan musuh. Namun, belum ada catatan keberhasilan mengenai penemuan senjata ini.

Akhirnya pada 15 Mei 1718, tepatnya 301 tahun yang lalu, seorang ilmuwan berhasil mengembangkan dan mematenkan senapan mesin bernama "Puckle gun". Senjata ini tercatat sebagai senapan mesin pertama dunia yang berhasil dikembangkan dan dibuat oleh manusia.


Dilansir dari History, orang yang berhasil membuat dan mematenkan senapan mesin ini adalah James Puckle. Pria asal Inggris itu mengembangkan senapan untuk persenjataan artileri yang mampu menembakkan hingga sembilan putaran amunisi per menit.

Setelah penemuan ini, Puckle memikat sejumlah investor untuk produksi lebih lanjut. Namun, senjata ini tak pernah mencapai produksi massal karena tak mendapat perhatian yang maksimal dari pemerintah Inggris.

Meski demikian, senjata ini menjadi awal dari era perkembangan senapan mesin di dunia. Setelah itu, muncul senapan mesin yang lebih modern seperti Maxim yang digunakan ketika Perang Dunia I.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Kapal Selam untuk Kali Pertama Mengelilingi Bumi

James Puckle serba bisa

Pada pergantian abad ke-18, Kekaisaran Ottoman yang mengendalikan sebagian besar Eropa bagian tenggara, Asia bagian barat, dan Afrika bagian utara, terlibat dalam serangkaian perang dengan kekuatan Eropa.

Kekaisaran ini mulai menyerang beberapa daerah. Biasanya mereka menaiki kapal yang memiliki meriam untuk digunakan secara efektif melawan musuh yang dihadapi.

Berawal dari situlah, seorang pengacara dan penulis London bernama James Puckle ingin mengembangkan senapan mesin. Dia menginginkan senjata pertahanan yang bisa mencegah kapal laut yang datang dari Turki.

Akhirnya tercipta senjata yang diberi nama "Puckle gun". Senjata ini memiliki panjang sekitar 1 meter dengan kaliber 3,2 milimeter. Senapan ini mampu membawa sekitar 11 muatan yang berisi peluru.

Pada 1717, sebuah prototipe dari senjata ini diujicobakan ke publik. Namun, beberapa pihak menentang senjata ini, karena banyak anggapan tak bisa diandalkan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl

Senapan awal Puckle GunPublic Domain via Wikipedia.org Senapan awal Puckle Gun

Tantangan yang dihadapi James Puckle tak menghalangi langkahnya. Akhirnya dia tetap mematenkan dan berusaha mendirikan perusahan pada 1721 untuk memasarkan senjata ini.

Setelah berhasil membuat perusahaan, dia mencoba menguji senapan ini. Pada uji coba publik berikutnya yang diadakan pada 1722, sebuah Puckle gun mampu menembakkan 63 tembakan dalam tujuh menit (sekitar 9 putaran per menit) di tengah badai hujan.

Tingkat 9 putaran per menit lebih baik dibandingkan dengan penembak pada periode itu. Namun, kondisi itu berbanding terbalik dengan tembakan modern sekarang yang bisa mengeluarkan tembakan sekitar 500 hingga 3000 putaran per menit.

Puckle juga menunjukan dua versi senjata itu. Pertama, menggunakan peluru bundar konvensional. Sementara yang kedua menggunakan peluru persegi untuk melawan Turki.

Namun untuk peluru persegi tak mendapatkan respon dari beberapa orang. Menurut mereka, peluru kotak dianggap aneh dalam pertempuran dan sulit untuk produksi masal.

Walau investor tak merespons produk ini, Puckle berhasil menjual beberapa pucuk senapan kepada Pimpinan Angkatan Laut Inggris Raya saat itu, John Montagu untuk ekspedisi ke Karibia.

Meskipun demikian, senjata mesin Puckle meletakkan dasar bagi senapan mesin dunia dan sebagai senjata yang mengubah cara peperangan. Replika senjata ini masih tersimpan dengan baik di Museum Maritim Buckler's Hard, Inggris.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Raja Salman dan Presiden Korsel Kirim Ucapan Selamat kepada Jokowi

Internasional
Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Putin kepada Jokowi: Saya Ingin Melanjutkan Dialog Konstruktif dengan Yang Mulia

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: Martha Washington, Ibu Negara Pertama AS

Internasional
PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

PM Israel Berniat Beri Nama Permukiman Dataran Tinggi Golan sebagai Trump

Internasional
Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Sopir Uber Ini Ternyata adalah Penjahat Perang Somalia

Internasional
Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Politisi Ini Tinju Istrinya karena Lambat Lepas Baju Saat Berhubungan Seks

Internasional
Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Dari Ujung Ranting hingga Tabung, Perjalanan Sikat Gigi dan Pasta Gigi Modern

Internasional
Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Bawa Pisau dan Pistol ke Sekolah, Guru SD di Florida Ditahan

Internasional
Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Konsisten Lawan Terorisme, Indonesia Dipercaya Pimpin 3 Komite DK PBB

Internasional
Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Tetap Beli Rudal S-400, Turki Siap Disanksi AS

Internasional
Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Kisah USS Savannah, Kapal Uap Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Internasional
Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Tak Bisa Didaur Ulang, Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Maju

Internasional
Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Iran Tingkatkan Kapasitas Pengayaan Uranium hingga Empat Kali Lipat

Internasional
Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Internasional
Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Internasional

Close Ads X