Buka Puasa Bersama di Gedung Putih, Trump Tak Undang Komunitas Muslim

Kompas.com - 15/05/2019, 08:34 WIB
Presiden AS Donald Trump menyambut tamu pada acara buka puasa bersama di Gedung Putih, Washington DC, Senin (13/5/2019). (AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/WIN MCNAMEE ) WIN MCNAMEEPresiden AS Donald Trump menyambut tamu pada acara buka puasa bersama di Gedung Putih, Washington DC, Senin (13/5/2019). (AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/WIN MCNAMEE )

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menggelar buka puasa bersama di Gedung Putih bersama dengan duta besar dan diplomat negara mayoritas muslim.

Melansir VOA News, Selasa (14/5/2019), pada buka puasa yang diselanggarakan pada Senin lalu itu, Trump menyoroti Ramadhan sebagai waktu untuk beramal dan lebih dekat sebagai keluarga dan masyarakat.

"Ramadhan adalah saat ketika masyarakat bergabung untuk mengejar harapan, toleransi, dan perdamaian," katanya.

Baca juga: Trump Bantah AS Bakal Kirim 120.000 Tentara untuk Perang Lawan Iran

"Dalam semangat inilah kita bisa bersatu pada malam ini," imbuhnya.

Seperti halnya tahun lalu, organisasi Muslim Amerika dan anggota parlemen bukan bagian dari daftar tamu buka bersama di Gedung Putih.

Ini adalah buka puasa kedua yang digelar oleh sang presiden.

Pada 2017, Trump tidak mengadakan buka puasa, sebuah tradisi yang dimulai oleh Presiden Bill Clinton pada 1996.

Selama kampanye presiden 2016, Trump menyerukan larangan total pada semua muslim yang memasuki AS. Dia bahkan menandatangani beberapa perintah eksekutif yang membatasi imigrasi dari negara mayoritas muslim.

Hal tersebut membuat kelompok muslim Amerika merasa menjadi sasaran retorika dan kebijakan presidan.

Mereka bahkan akan menolak seandainya mendapat undangan buka bersama di Gedung Putih.

"Akan sangat, sangat canggung bagi kami berada di sana, di hadapan seorang presiden anti-muslim, anti-imigran," kata Direktur Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Nihad Awad.

Baca juga: Trump Peringatkan Iran Akan Sangat Menderita Jika...

Organisasi muslim Amerika sebelumnya menghadiri acara buka puasa bersama di Gedung Putih pada era pemerintahan Clinton, Bush, dan Obama.

Meski demikian, banyak dari mereka yang memboikot acara itu selama dimulainya perang Irak.



Sumber VOA News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X