Kompas.com - 15/05/2019, 07:59 WIB

"Ada perasi unik lainnya jika para penyerang melanjutkan kejahatan mereka dan memblokade," demikian pernyataan kelompok tersebut.

"Kami mampu melaksanakan operasi unik pada skala yang lebih besar dan lebih luas di jantung negara-negara musuh," lanjutnya.

Seperti diketahui, Saudi dan UEA melakukan intervensi dalam perang Yaman pada Maret 2015.

Baca juga: Pemimpin Agung Iran: Tidak Akan Ada Perang dengan AS

Sebelum serangan drone di stasiun pompa minyak, kapal tanker minyak Saudi Al-Marzoqah dan Amjad disabotase di Fujairah bersama dengan kapal tanker Norwegia Andrea Victory dan kapal Emirat, A. Michel.

Tidak ada korban dalam insiden tersebut, dan tidak ada kapal yang tenggelam.

Namun Saudi mengklaim, dua kapal tankernya mengalami kerusakan signifikan meski tidak ada minyak yang tumpah.

UEA menggandeng Saudi, AS, Perancis, dan Norwegia dalam penyelidikan serangan kapal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.