Kompas.com - 14/05/2019, 14:22 WIB
|

NEW YORK, KOMPAS.com - Di laut paling dalam yang pernah dijelajahi kapal selam, seorang investor dan penjelajah  asal Texas amat terkejut dengan apa yang dilihatnya, sampah plastik.

Victor Vescovo, seorang pensiunan angkatan laut, mengatakan, dia menemukan sampah plastik itu di kedalaman 10.928 meter di Palung Mariana di Samudera Pasifik.

Palung Mariana adalah tempat terdalam di dunia dan Victor menyelam 16 meter lebih dalam dibanding penyelaman terdahulu pda 1960.

Baca juga: Begini Detail Kondisi Sampah Plastik Bungkus Indomie Berusia 19 Tahun di Pantai Malang

Di kedalaman hampir 11 kilometer itu, Vescovo menemukan banyak spesies yang belum pernah dilihat manusia.

Pada satu kesempatan, dia menghabiskan waktu empat jam di dasar palung menyaksikan berbagai jenis kehidupan mulai dari hewan mirip udang hingga "babi laut".

Selain itu, Vescovo juga melihat beberapa benda yang terbuat dari logam dan plastik di laut dalam itu.

"Amat mengecewakan melihat kontaminasi manusia di titik terdalam lautan ini," kata Vescovo dalam sebuah wawancara.

Vescovo berharap penemuan sampah di Palung Mariana bisa menumbuhkan kesadaran untuk tidak membuang sampah ke lautan.

Dia juga berharap penemuan ini bisa menekan pemerintah di berbagai negara untuk menegakkan peraturan atau membuat aturan baru.

"Meski yang saya temukan bukan sampah dalam jumlah besar, tetapi saja ini menjadi ancaman," tambah Vescovo.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.