PM Hungaria yang Dikecam Eropa Disambut Trump di Gedung Putih

Kompas.com - 14/05/2019, 10:08 WIB
Presiden AS Donald Trump menyambut Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di Kantor Oval di Gedung Putih di Washington DC, Senin (13/5/2019). (REUTERS/Carlos Barria) CARLOS BARRIAPresiden AS Donald Trump menyambut Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di Kantor Oval di Gedung Putih di Washington DC, Senin (13/5/2019). (REUTERS/Carlos Barria)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump pada Senin (14/5/2019) menyambut kedatangan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di Gedung Putih.

Dia bahkan memuji pemimpin otoriter garis keras itu sebagai orang yang dihormati di seluruh Eropa karena menjaga keamanan negaranya dengan kebijakan kerasnya terhadap imigrasi.

"Viktor Orban telah melakukan pekerjaan luar biasa dengan berbagai cara," katanya, seperti diwartakan AFP.

Baca juga: China Balas Trump, Bursa Saham AS Jeblok


"Dia dihormati di seluruh Eropa," ujarnya.

"Mungkin saya agak kontroversial, tapi tidak apa-apa. Anda telah melakukan pekerjaan dengan baik dan telah menjaga keamanan negara Anda," imbuhnya.

Keduanya merencanakan diskusi tentang masalah-masalah regional Eropa, NATO, energi, dan perdagangan.

Trump dan Orban memiliki sikap yang sama tentang imigrasi. Mereka juga mengkritik NATO dan Uni Eropa, namun tetap berupaya menjalin hubungan yang lebih baik dengan Rusia.

"Saya tahu dia pria yang tangguh, tapi dia pria yang dihormati, dan dia melakukan hal yang benar," tutur Trump.

"Anda melihat beberapa masalah yang luar biasa di Eropa karena mereka melakukannya dengan cara yang berbeda dari perdana menteri," ujarnya.

Sementara Orban menyatakan kebanggaannya bisa bersama dengan AS dalam memerangi migrasi ilegal.

"Kami bangga bersama dengan AS dalam memerangi migrasi ilegal, terorisme dan untuk melindungi serta membantu komunitas Kristen di seluruh dunia," kata Orban.

Baca juga: Trump Sebut China Berharap Joe Biden Menangi Pilpres AS 2020

Hubungan AS dengan Hungaria sebelumnya berlangsung dingin karena mantan Presiden Barack Obama kerap mengkritik penindasan kebebasan sipil dan pers di Hungaria.

Namun pemerintahan AS di bawah Trump membalikkan keadaan tersebut. Kampanye anti-imigran sejalan dengan kebijakan Orban.

Tidak hanya kepada Orban, Trump juha menunjukkan sambutan hangat kepada pemimpin otoriter lain seperti Abdel Fattah al-Sisi dari Mesir dan Recep Tayyip Erdogan dari Turki di Gedung Putih.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X