Kompas.com - 14/05/2019, 03:13 WIB

JEDDAH, KOMPAS.com - Arab Saudi dalam sepekan terakhir telah menguji undang-undang baru untuk mengatasi pelecehan terhadap perempuan.

Hasilnya, dua insiden terpisah yang diunggah secara online membuat dua pelaku pelecehan berysia 20-an tahun ditangkap dalam waktu 24 jam.

Melansir Arab News, Senin (13/5/2019), kasus pertama terjadi pada Rabu malam lalu di Alkhibar.

Baca juga: Dua Kapal Tanker Minyak Saudi Disabotase di Perairan UEA

Seorang perempuan dilecehkan secara seksual dan verbal ketika mengendarai mobil. Korban merekam peristiwa pria itu mengancam akan membuka pintu mobil jika dia tidak keluar.

"Saya ingin Anda keluar," kata pria tersebut sambil membuat berbagai gerakan cabul.

Perempuan itu kemudian mengunggah video ke media sosial, namun belum secara resmi mengajukan laporan ke polisi.

Dia ingin agar videonya menjadi viral sehingga bisa mendorong penangkapan pria tersebut.

"Pemerintah tidak mengecewakan," kata korban yang namanya tidak disebutkan.

Kasus kedua terjadi di Dammam. Seorang perempuan mengalami pelecehan seksual dari belakang saat meninggalkan toko kelontong pada Sabtu lalu.

Insiden tersebut terekam oleh kamera pengawas atau CCTV. Jaksa Agung Saudi, Saud Al-Moajab, segera memerintahkan penahanan langsung pelaku.

Pengguna media sosial di Saudi mengutuk keras aksi pelaku yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Sementara anggota dewan meyakinkan masyarakat, pemerintah ingin memastikan perempuan aman ketika bekerja atau melakukan aktivitas lain.

"Raja Salman telah mengeluarkan UU untuk memerangi pelecehan. Komisi HAM memuji penerapan sistem ini," kata Anggota Dewan Syuro, Noura Shaaban.

UU anti-pelecehan itu akan menjerat para pelaku dengan hukuman penjara hingga dua tahun dan denda maksimum 100.000 riyal atau sekitar Rp 384 juta.

Baca juga: Sri Lanka Tangkap Cendekiawan Saudi Terkait Teror Bom Minggu Paskah

Pada 2017, dekrit kerajaan menyatakan pelecehan seksual dapat menimbulkan bahaya dan berdampak negarif pada individu, keluarga, dan masyarakat.

Pelanggaran tersebut juga kontradiksi denga prinsip-prinsip Islam, kebiasaan, dan tradisi di Saudi.

Pada Mei 2018, Dewan dan Kabinet Syuro menyetujui UU yang dirancang oleh kementerian dan diinstruksikan Raja Salman. Dengan begitu, pelaku pelecehan seksual dapat dihukum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.