Kompas.com - 13/05/2019, 22:57 WIB

COLOMBO, KOMPAS.com - Kerusuhan anti-Muslim dilaporkan terjadi di setidaknya tiga distrik di utara ibu kota di Sri Lanka, dalam aksi kekerasan terbaru di negara itu pascaserangan teror bom Minggu Paskah, bulan lalu.

Akibat kerusuhan yang terus meluas, pemerintah Sri Lanka memberlakukan jam malam di secara nasional, pada Senin (13/5/2019).

Sumber resmi kepada AFP mengatakan, jam malam diberlakukan guna mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut dan meluas ke wilayah lain di negara berpenduduk 21 juta orang itu.

Awalnya, aksi kekerasan yang menyasar warga Muslim Sri Lanka terjadi di distrik Puttalam, Kurunegala, dan Gampaha. Warga pun diminta tetap di dalam rumah.

"Jam malam di tiga distrik tersebut akan dicabut pada Selasa (14/5/2019) pukul 06.00, sedangkan di wilayah lain di seluruh negeri jam malam akan diberlakukan mulai 21.00 hingga 04.00 waktu setempat," kata polisi dalam pernyataannya.

Baca juga: Sri Lanka Tangkap Cendekiawan Saudi Terkait Teror Bom Minggu Paskah

Polisi menyebut telah terjadi insiden sporadis di mana massa melempar batu dan membakar kendaraan milik warga Muslim. Di kota Hettipola dilaporkan setidaknya tiga toko dibakar.

Polisi dan pasukan keamanan telah dikerahkan untuk membubarkan massa menggunakan gas air mata di enam kota pada Senin pagi.

"Sejumlah toko menjadi sasaran serangan. Saat massa mencoba menyerang masjid kami melepaskan tembakan ke udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka," kata seorang perwira polisi senior, kepada AFP.

Tidak ada laporan mengenai korban maupun pihak yang ditangkap atas insiden kerusuhan tersebut.

Kekerasan diduga dipicu sebuah pesan video yang diunggah ke media sosial yang memuat pesan provokasi.

Sebagai antisipasi pemerintah Sri Lanka telah memerintahkan penyedia layanan internet untuk memblokir akses ke media sosial Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, mendesak masyarakat untuk tidak percaya rumor dan memperingatkan bahwa kerusuhan sipil semakin meregangkan pasukan keamanan yang dikerahkan.

Baca juga: Cegah Kerusuhan Anti-Muslim, Sri Lanka Blokir Facebook dan WhatsApp

"Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi palsu," kata Wickremesinghe di Twitter, yang tidak turut diblokir.

"Pasukan keamanan telah bekerja tanpa lelah untuk menangkap teroris dan memastikan keamanan negara. Namun setiap kali terjadi kerusuhan sipil maka kita menambah beban kerja mereka dan menghambat penyelidikan yang sedang berlangsung," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.