Kompas.com - 13/05/2019, 18:38 WIB
|

SRINAGAR, KOMPAS.com - Warga Kashmir India turun ke jalanan pada Senin (13/5/2019) untuk memprotes pemerkosaan terhadap seorang balita berusia tiga tahun.

Aksi unjuk rasa ini berujung bentrokan dengan polisi dan mengakibatkan setidaknya belasan orang terluka.

Insiden pemerkosaan itu terjadi pada Rabu pekan lalu ketika seorang mekanik, yang adalah tetangga korban, membujuk anak itu ke toilet sebuah sekolah dan memperkosanya di sana.

Tersangka pemerkosa, pria berusia 20 tahun asal wilayah Sumbal di sebelah utara ibu kota Srinagar, sudah ditangkap.

Baca juga: Anak Balita Diperkosa, Afganistan Terguncang

Unjuk rasa yang terjadi pada Senin itu muncul ketika seorang kepala sekolah menerbitkan sertifikat yang menyebut tersangka masih di bawah umur.

Penerbitan sertifikat inilah yang memicu kemarahan warga yang berujung pada aksi unjuk rasa di seluruh lembah Kashmir.

Ribuan orang ini kemudian turun ke jalanan termasuk di ibu kota Srinagar dan terlibat bentrok dengan polisi.

"Salah satu pengunjuk rasa yang terluka kini dalam kondisi kritis," ujar perwira polisi Swayam Prakash Pani.

"Kami sudah menangani kasus terpisah terhadap si kepala sekolah dan kini sedang memeriksa dia," tambah Pani.

Sementara itu, ratusan mahasiswa di tiga universitas juga ikut berunjuk rasa. Mereka menuntut hukuman mati bagi tersangka dan hukuman berat untuk si kepala sekolah.

Aksi unjuk rasa ini membuat para tokoh politik dari berbagai kubu menyerukan agar warga tetap tenang sembari mengecam kejahatan tersebut.

Seorang pemimpin separatis Kashmir, Mirwaiz Umar Faroog mengatakan, peristiwa pemerkosaan itu merupakan sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Baca juga: Seorang Anak Balita Ditemukan Tewas Tergantung di Jendela Rumah

Pemimpin separatis lainnya, Syed Ali Geelani menyebut, kejahatan itu adalah sebuah noda hitam bagi masyarakat Kashmir.

Sedangkan pejabat tertinggi Kashmir, Baseer Ahmad Khan juga meminta warga agar tenang dan menjanjikan kasus ini ditangani dengan cepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.