Trump Sebut China Berharap Joe Biden Menangi Pilpres AS 2020

Kompas.com - 13/05/2019, 17:58 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP / JIM WATSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut China menginginkan agar dirinya tidak lagi terpilih dalam pemilihan presiden AS 2020.

Trump mengatakan, Beijing sangat berharap pilpres AS 2020 dapat dimenangi oleh kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden.

"China memimpikan Sleepy Joe Biden, atau yang lainnya, akan terpilih pada tahun 2020," kata Trump dalam twitnya, Minggu (12/5/2019) malam.

"Mereka (China) sangat senang mencerai-berai Amerika," tambahnya.

Dilansir New York Post, Trump berulang kali mengkritik mantan wakil presiden era pemerintahan Barack Obama itu yang dianggapnya terlalu bersikap lunak terhadap China.

Baca juga: Ketika Trump Dapat Julukan Badut dari Joe Biden...

Komentar Trump itu datang setelah AS baru saja gagal mencapai kesepakatan dalam pembicaraan perdagangan dengan China, pekan lalu.

Dalam twitnya, Trump mengatakan bahwa alasan mundurnya China dari pembahasan dan berupaya melakukan negosiasi ulang Kesepakatan Perdagangan adalah karena Beijing berhadap dapat bernegosiasi dengan Joe Biden atau salah satu presiden dari Demokrat yang disebut Trump "lemah".

"China tidak seharusnya mengajukan negosiasi ulang kesepakatan dengan AS pada menit terakhir," kata Trump dalam unggahannya, Jumat (10/5/2019).

"Ini bukanlah Pemerintahan Obama, atau Pemerintahan Sleepy Joe, yang akan membiarkan China lolos dengan 'pembunuhan'," tambah presiden berusia 74 tahun itu.

Biden, yang menjadi kandidat unggulan Partai Demokrat dalam pemilihan presiden AS 2020, pernah mengatakan di masa lalu bahwa dia percaya jika China bukanlah saingan bagi Amerika.

"China akan mengambil makan siang kita? Yang benar saja, bung," kata Biden dalam kampanyenya awal bulan ini, sepekan setelah mantan wakil presiden itu mengumumkan maju sebagai kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat.

"Mereka (China) tidak bisa mengetahui bagaimana mereka akan berurusan dengan korupsi yang ada di dalam sistem. Maksud saya, mereka bukanlah orang jahat. Tapi coba tebak? Mereka bukan kompetisi bagi kita," kata Biden.

Baca juga: Trump Sebut Dua Nama Ini Jadi Saingan Utamanya dalam Pilpres 2020

Suasana menjelang pilpres AS 2020 telah mulai memanas, dengan nama-nama kandidat yang telah bermunculan.

Trump sebelumnya sempat mengatakan bahwa ada dua nama dari Partai Demokrat yang paling berpeluang untuk menjadi saingannya dalam pilpres AS mendatang, yakni Joe Biden dan Bernie Sanders.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X