KILAS

Terkait Kasus Adelina, Malaysia Respon Positif Protes Menaker Hanif

Kompas.com - 12/05/2019, 15:12 WIB
Dalam kunjungan kerjanya ke Kuala Lumpur, Menaker RI Hanif Dhakiri bertemu dengan Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas, untuk menyampaikan protes keras atas persidangan kasus kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Adelina Lisao dan meminta kasus dibuka kembali. Dok. Kementerian Ketenagakerjan RIDalam kunjungan kerjanya ke Kuala Lumpur, Menaker RI Hanif Dhakiri bertemu dengan Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas, untuk menyampaikan protes keras atas persidangan kasus kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Adelina Lisao dan meminta kasus dibuka kembali.

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, M Hanif Dhakiri melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas, untuk menyampaikan protes keras atas persidangan kasus kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Adelina Lisao dan meminta kasus dibuka kembali.

Pertemuan itu dilakukan di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kuala Lumpur terkait peningkatan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja migran Indonesia.

“Protes sudah saya sampaikan sejak awal putusan kasus Adelina melalui perwakilan Indonesia dan jaringan Diaspora Indonesia di Malaysia. Alhamdulillah hari ini bisa sampaikan langsung dan mendapat respon positif,” ucap Menaker di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kejaksaan Agung Malaysia pun memberikan tanggapan positif. Mereka memastikan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi Pulau Penang yang memutus bebas murni majikan Adelina.

“Kami akan buka kembali kasus kematian Adelina Lisao. Kami akan ajukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi Pulau Penang,” kata Tommy kepada Hanif, di Kantor Kejaksaan Agung Kawasan Putrajaya Malaysia.

Dalam rilis yang diterima Kompas.com Minggu (12/5/2019), Jaksa Agung Tommy juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Hanif atas perhatiannya pada kasus Adelina.

Beri efek jera

Kedua petinggi negara itu sepakat harus ada efek jera bagi para majikan di Malaysia yang tidak memperlakukan pekerja migran Indonesia secara manusiawi dan sesuai ketentuan hukum.

Ke depan, mereka pun setuju untuk meningkatkan kerja sama perlindungan kepada pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Menurut Tommy, Kejaksaan Agung Malaysia tidak mengajukan dakwaan baru dalam pengajuan banding, melainkan tetap menggunakan dakwaan awal, yakni pembunuhan. Dia memastikan gugatan banding akan disertai bukti-bukti lebih kuat, yang menunjukkan keterlibatan majikan atas kematian Adelina.

Adelina adalah pekerja migran Indonesia asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Adelina meninggal di Hospital Bukit Mertajam pada 11 Februari 2018 karena dianiaya majikannya, M.A.S Ambika.

Tak hanya menganiaya, majikan berusia 61 tahun itu juga membiarkan Adelina tidur di teras bersama anjingnya selama beberapa hari. Berita kematian Adelina pun sempat menjadi pemeritaan media internasional.

Akan tetapi, pada 18 April 2019, Pengadilan Tinggi Pulau Penang Malaysia membebaskan M.A.S Ambika dari dakwaan pembunuhan Adelina. Pemerintah Indonesia memprotes keras putusan itu dan mendesak pengadilan Malaysia memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.

Untuk itu, melalui persidangan banding yang diajukan Kejaksaan Agung Malaysia, bukan oleh pihak pemerintah Indonesia, diharapkan majelis hakim memberikan putusan seadil-adilnya atas kematian Adelina.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X