Qatar Desak Arab Saudi Cabut Pembatasan Haji bagi Warganya

Kompas.com - 10/05/2019, 20:12 WIB
Jemaah haji berkumpul di Jabal Rahmah, Padang Arafah, sebelah tenggara Kota Mekkah, Arab Saudi, pada Hari Arafah yang merupakan puncak Ibadah Haji, Senin (20/8/2018). Bukit yang diyakini menjadi titik temu Nabi Adam dan Siti Hawa, serta tempat diturunkannya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW itu selalu dipadati jemaah haji untuk memanjatkan doa. AFP PHOTO/AHMAD AL-RUBAYEJemaah haji berkumpul di Jabal Rahmah, Padang Arafah, sebelah tenggara Kota Mekkah, Arab Saudi, pada Hari Arafah yang merupakan puncak Ibadah Haji, Senin (20/8/2018). Bukit yang diyakini menjadi titik temu Nabi Adam dan Siti Hawa, serta tempat diturunkannya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW itu selalu dipadati jemaah haji untuk memanjatkan doa.

DOHA, KOMPAS.com - Pemerintah Qatar kembali mendesak kepada Arab Saudi untuk menghapus "hambatan" dan "pembatasan" yang diberlakukan terhadap warganya yang ingin menjalankan ibadah haji.

Seruan yang disampaikan Doha, pada Kamis (9/5/2019) malam, menyusul pengumuman oleh Arab Saudi, yang membuka pendaftaran elektronik bagi warga Qatar untuk menjalani ibadah umroh selama bulan Ramadhan.

"Warga Qatar dan penduduk asing di negara Teluk itu kemudian akan diizinkan untuk mendarat di bandara Jeddah atau Madinah," demikian pernyataan Saudi Press Agency (SPA), Selasa (7/5/2019).

Baca juga: UEA Dituding Bangkitkan Kebencian terhadap Warga Qatar

Akan tetapi, mengenai pengumuman tersebut, Komite Nasional Hak Asasi Manusia Qatar, mengatakan bahwa langkah baru itu "tak lebih dari sekadar nama" dan tidak benar-benar nyata.

Hal tersebut lantaran perjalanan udara dari Qatar tetap dihambat dan satu-satunya pos perbatasan antara kedua negara telah ditutup selama hampir dua tahun.

Sementara itu, Kementerian Urusan Islam Qatar meminta pemerintah Saudi untuk mencabut seluruh hambatan dan larangan yang diberlakukan terhadap warga dan penduduk Qatar yang ingin menjalani ritual keagamaan ke Tanah Suci.

"Pembatasan perjalanan dapat berarti operator perjalanan keagamaan Qatar tidak dapat melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk membuat pengaturan yang diperlukan bagi jamaah haji," kata kementerian.

Pihak kementerian juga menyerukan untuk penghapusan langkah-langkah "diskriminatif" yang diberlakukan terhadap warga Qatar dan juga penduduk negara Teluk tersebut.

Sekitar 12.000 warga Qatar menjalankan ibadah haji ke Mekkah, Arab Saudi, pada September 2016, sebelum terjadinya perselisihan antara kedua pemerintahan.

Beberapa bulan kemudian Arab Saudi dan sekutunya memutus hubungan dengan Qatar dan memberlakukan blokade terhadap negara itu lantaran dianggap mendukung kelompok militan Islam.

Sejak saat itu, sejumlah warga Qatar melakukan perjalanan ibadah haji secara independen ke Arab Saudi dalam dua tahun terakhir, saat Saudi secara singkat membuka pos perbatasan kedua negara untuk para peziarah.

Baca juga: Qatar Sebut Warganya Gagal Ikuti Musim Haji Tahun Ini

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X