Dipenjara karena Hina Monarki, Aktivis Anti-Junta Thailand Dapat Pengampunan Kerajaan

Kompas.com - 10/05/2019, 17:07 WIB
Aktivis anti-junta Thailand, Jatupat Boonpatararaksa (tengah) disambut oleh keluarganya, setelah dibebaskan dari penjara provinsi Khon Kaen, Jumat (10/5/2019). AFP / YODSAPON KERDVIBOONAktivis anti-junta Thailand, Jatupat Boonpatararaksa (tengah) disambut oleh keluarganya, setelah dibebaskan dari penjara provinsi Khon Kaen, Jumat (10/5/2019).

BANGKOK, KOMPAS.com - Seorang aktivis anti-junta Thailand yang telah dipenjara selama dua tahun karena dianggap menghina monarki negara itu, dibebaskan, Jumat (10/5/2019), usai mendapat pengampunan kerajaan.

Jatupat Boonpatararaksa (27) dianggap bersalah telah menghina monarki Thailand setelah ikut membagikan artikel BBC yang tidak menyenangkan tentang raja.

Dia menjadi salah satu tahanan yang dibebaskan di bawah pengampunan kerajaan dalam rangka Raja Maha Vajiralongkorn yang naik takhta akhir pekan lalu.

"Saya tidak marah kepada siapa pun. Saya hanya mencintai demokrasi dan kebebasan," kata Boonpatararaksa, dalam siaran video di Facebook, usai dibebaskan dari penjara provinsi Khon Kaen.

Thailand merupakan salah satu negara yang masih memberlakukan hukum penghinaan kerajaan yang disebut lese majeste. Pelanggar hukum tersebut dapat diancam dengan hukuman penjara maksimum 15 tahun.

Baca juga: Berharap Sekilas Lihat Raja, Warga Thailand Penuhi Jalanan Bangkok

Undang-undang tersebut, yang dikenal dengan Pasal 112, membuat pemeriksaan terhadap keluarga kerajaan yang kaya dan berkuasa tidak mungkin dilakukan di lingkungan kerajaan Thailand, termasuk oleh media yang harus melakukan sensor mandiri.

Boonpatararaksa setelah membagikan profil Raja Maha Vajiralongkorn yang ditulis oleh BBC berbahasa Thailand di London. Profil tersebut menampilkan perincian kehidupan pribadi Raja Maha Vajiralongkorn yang berusia 66 tahun.

Walau laporan itu dibagikan ulang lebih dari 2.000 kali, tetapi Jatupat menjadi satu-satunya yang dituntut dan dipenjara.

Beberapa aktivis pro-demokrasi lain yang turut membagikan artikel itu dan mendapat tuntutan serupa telah melarikan diri dari negara itu sebelum dapat diadili.

Usai dibebaskan, Jatupat mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Raja Maha Vajiralongkorn atas pengampunan yang diberikan kepadanya.

"Ini adalah rahmat raja dan saya bersyukur," kata Jatupat, yang langsung disambut kerabat dan teman-temannya.

Baca juga: Jelang Dinobatkan, Raja Thailand Umumkan Permaisurinya

Jatupat Boonpatararaksa adalah aktivis anti-junta pertama yang ditahan setelah Maha Vajiralongkorn naik takhta, menyusul kematian raja sebelumnya, yang juga ayahnya, Bhumibol Adulyadej, pada 2016.

Sekitar 30.000 hingga 50.000 tahanan diperkirakan akan dibebaskan di bawah pengampunan kerajaan dan banyak lainya yang mendapat pengurangan hukuman, menurut departemen koreksi Thailand.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X