Menlu AS: Kami Tidak Ingin Berperang dengan Iran, tetapi...

Kompas.com - 10/05/2019, 11:19 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). via CNNPresiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo menuturkan pemerintahan Presiden Donald Trump tidak ingin terlibat perang dengan Iran.

Meski begitu sebagaimana diberitakan CNN Kamis (9/5/2019), Pompeo memperingatkan AS bakal membalas dengan "tegas dan cepat" setiap serangan yang dilakukan Iran.

Pompeo menuturkan, Iran bertanggung jawab atas serangkaian tindakan maupun pernyataan yang bersifat mengancam dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Umumkan Sanksi Baru, Trump Berharap Bisa Bertemu Pemimpin Iran

Dia tidak menyebut secara spesifik tentang cakupan ancaman itu. Namun sumber dari internal Gedung Putih berkata, mereka mengamati pasukan Iran memindahkan rudal ke kapal perang mereka.

Pompeo sampai harus memotong kunjungan ke luar negeri dan segera kembali ke Washington demi menggelar pertemuan untuk membahas situasi di Iran dan Korea Utara (Korut).

"Rezim di Iran harus memahami bahwa segala serangan yang mengancam kepentingan maupun warga AS bakal mendapat balasan yang tegas dan cepat," kata Pompeo.

Dia memperingatkan Teheran untuk tidak mengira bahwa AS tengah "menahan diri" karena "tidak mempunyai keberanian", serta mengumumkan tawaran dari Trump.

Trump, kata Pompeo, telah mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan pemimpin Iran dan berdialog untuk memberi mereka masa depan yang dibutuhkan.

Pejabat intelijen anonim AS kemudian memaparkan berdasarkan informasi yang mereka peroleh, tidak ada indikasi Iran mengendurkan aktivitas mereka.

Sumber itu menjelaskan intelijen menunjukkan hendak mengerahkan rudal balistik jarak pendek dan rudal penjelajah dari kapal mereka ke Teluk Persia.

Militer AS meyakini rudal tersebut bisa diluncurkan dari kapal kecil bernama dhows. Diketahui kapal itu milik Garda Revolusi, bukan angkatan laut reguler.

Sebagai tambahan, sumber itu mengungkapkan bahwa Iran terus memberikan ancaman kepada markas maupun pangkalan udara AS yang berada di Timur Tengah.

Saat ini, mereka tengah memantau percakapan dari beberapa tokoh kunci untuk menemukan petunjuk apakah pemerintah Iran memerintahkan serangan ke markas AS itu.

Peneliti di Middle East Institute Alex Vatanka mengatakan Iran bakal melakukan persiapan dengan sangat matang jika berniat berperang dengan AS.

"Jika Iran serius, mereka harus memikirkan bagaimana cara untuk membalas AS yang kemudian mendapat bantuan dari sekutunya," terang Vatanka.

Karena itu, Vatanka memercayai Teheran tidak akan begitu saja memprovokasi AS karena bisa berimbas terhadap pengaruh mereka di seluruh kawasan.

Baca juga: Netanyahu: Kita Tidak Bisa Izinkan Iran Miliki Persenjataan Nuklir

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X