Mahathir Ungkap Dia Hanya 3 Tahun Menjabat sebagai PM Malaysia

Kompas.com - 10/05/2019, 09:58 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin pada 1 Juni 2018. AFP/MOHD RASFANPerdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin pada 1 Juni 2018.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah menegaskan bahwa dia bakal menyerahkan jabatan kepada mantan seterunya, Anwar Ibrahim.

Ketika menenangkan pemilu pada 9 Mei 2018 lalu, Mahathir sepakat bakal menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Anwar setelah dua tahun berkuasa.

Baca juga: Mahathir: Anwar Ibrahim adalah Pengganti Saya Jadi Perdana Menteri Malaysia

Namun dikutip The Star Kamis (9/5/2019) meminta supaya kursi orang nomor satu Malaysia itu diserahkan kepada Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) dalam waktu setahun.

Dalam konferensi pers dengan media asing, Mahathir mengungkapkan nantinya dia yang akan menangani sebagian besar masalah negara dalam waktu dua tahun.

"Nantinya pengganti saya tisak akan kesulitan dalam mengelola sisanya," terang Mahathir. Jurnalis asing kemudian menanyakan apakah benar dia hanya berkuasa selama dua tahun.

"Saya tidak tahu apakah bakal menjabat selama dua tahun atau tiga tahun. Yang jelas status saya adalah perdana menteri sementara," tegas Mahathir.

Menurut PM berjuluk Dr M itu, aalah satu problem yang tengah diselesaikan oleh pemerintahan Pakatan Harapan selama 12 bulan terakhir adalah korupsi.

Mahathir menuturkan pemerintahan terdahulu milik Najib Razak sangatlah korup. Dia kemudian mengklaim korupsi saat ini sudah menurun sangat jauh.

"Jadi, pada tahun ini saya kira pemerintahan Pakatan bakal fokus kepada isu peningkatan ekonomi," kata Mahathir yang bakal berulang tahun ke-94 Juli nanti.

Pakatan menyatakan pemerintahan Najib dan Barisan Nasional meninggalkan utang negara hingga 1,1 triliun ringgit, atau sekitar Rp 3.798 triliun.

Sejumlah sektor yang dianggap menimbulkan korupsi menumpuk adalah proyek East Coast Rail Link yang dinegosiasikan ulang dan menangguhkan proyek High-Speed Rail ke Singapura.

Meski begitu, Mahathir mengaku ada janji yang tidak bakal bisa dia tepati karena kendala keuangan dan perlunya amendemen dalam konstitusi negara.

"Karena itu, kami butuh setidaknya dua per tiga di parlemen dan membutuhkan dukungan dari oposisi," terang Mahathir yang pernah berkuasa pada 1981-2003 itu.

Baca juga: Anwar Ibrahim Harus Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Secepatnya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X