Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/05/2019, 06:54 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespon kabar Korea Utara (Korut) yang melakukan uji coba rudal jarak pendek.

"Kami memantau situasi ini dengan sangat serius," ujar Trump kepada awak media di Gedung Putih. "Tidak ada yang senang dengan kabar ini," lanjut dia.

Baca juga: Setelah Luncurkan Rudal Jarak Pendek, Kim Jong Un Perintahkan Latihan Serangan Jarak Jauh

Dilansir The Guardian Kamis (9/5/2019), presiden ke-45 dalam sejarah AS itu mengatakan hubungannya dengan pemeintahan Kim Jong Un masih terus berlanjut.

"Namun, saya kira rezim mereka tidak akan siap untuk negosiasi," kata Trump. Pejabat AS sebelumnya menyatakan optimisme pertemuan ketiga Kim dan Trump bisa berlangsung.

Pertemuan ketiga itu masih berupaya untuk membujuk Korut supaya bersedia menyerahkan seluruh senjata nuklir sebagai ganti pencabutan sanksi ekonomi.

Sumber Gedung Putih itu sempat menerangkan hiatus uji coba nuklir dan rudal sejak akhir 2017 menjadi bukti prestasi diplomasi personal Trump ke Kim.

Namun kurang dari satu pekan, Pyongyang melakukan dua uji coba rudal. Peluncuran pertama terjadi pada Sabtu pekan lalu (4/5/2019) ke Laut Jepang, dikenal juga dengan Laut Timur.

Kemudian Kamis, negara tetangga Korea Selatan (Korsel) mengungkapkan Korut kembali menembakkan dua rudal yang disinyalir merupakan jenis jarak pendek.

Dilaporkan BBC, dua rudal itu ditembakkan pukul 16.30 waktu lokal dan mencapai ketinggian sekitar 50 km sebelum jatuh ke laut, demikian pernyataan Kantor Staf Gabungan Korut.

Senjata itu diluncurkan dari Kusong, sekitar 160 km dari Pyongyang. Analisis detil saat ini tengah dilakukan oleh intelijen Amerika Serikat (AS).

Pernyataan terbaru yang dikeluarkan KCNA tidak menyebut senjata jenis apa yang digunakan. Media pemerintah Korut itu menghindari penggunaan kata sepertu rudal maupun roket.

KCNA melaporkan, uji coba rudal yang diklaim sukses itu dilakukan untuk memeriksa kesiapan serta reaksi cepat pasukan Korut ketika mempertahankan negara.

"Uji coba itu benar-benar menunjukkan kekuatan unit yang sangat siap untuk memanggul segala operasi yang diperkukan di medan perang," ulas KCNA.

Baca juga: Utusan AS Kunjungi Korsel, Pyongyang Kembali Tembakkan Proyektil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.