Negaranya Kirim Senjata ke Saudi dan UEA, Presiden Perancis: Itu Tanggung Jawab Kami

Kompas.com - 09/05/2019, 23:18 WIB
Presiden Perancis, Emmanuel Macron. AFP/BERTRAND GUAYPresiden Perancis, Emmanuel Macron.

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron membela keputusan negaranya yang masih terus mengirimkan persenjataan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, meski ada desakan untuk menghentikannya.

Para kritikus dan kelompok hak asasi manusia telah secara teratur mengecam kebijakan pemerintah Perancis yang masih terus memasok persenjataan ke negara-negara Teluk, meski ada dugaan senjata tersebut akan digunakan dalam perang dan memerangi warga sipil.

Menanggapi tuduhan tersebut, Macron menyebut bahwa Saudi dan UEA merupakan negara sekutu Perancis dalam perang melawan terorisme.

"Arab Saudi dan Uni Emirat Arab adalah sekutu Perancis dan sekutu dalam perang melawan terorisme. Kami menerima tanggung jawab untuk itu," kata Macron kepada wartawan, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: Kirim Senjata ke Arab Saudi, Perancis Bantah Senjatanya Dipakai dalam Perang Yaman

Dia menambahkan, ekspor persenjataan Perancis ke negara-negara Teluk tetap diawasi oleh komite pemerintah yang menuntut jaminan bahwa senjata yang dikirimkan tidak akan digunakan terhadap warga sipil.

"Dan kami menerima hal itu," ujar Macron setelah tiba di Rumania untuk pertemuan para pemimpin Uni Eropa.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Perancis, Florence Parly telah mengkonfirmasi bahwa senjata buatan Perancis akan dimuat ke dalam kapal kargo berbendera Saudi, Bahri Yanbu, saat berlabuh di pelabuhan Le Havre.

Kapal tersebut akan berlabuh sekitar 30 kilometer dari pelabuhan di pantai Channel pada Kamis sore, demikian ditunjukkan situs pelacakan MarineTraffic.

Tudingan keterlibatan Perancis dalam dugaan kejahatan perang melawan warga sipil di Yaman juga dilayangkan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, salah satunya organisasi nonpemerintah yang mengkampanyekan perlawanan terhadap perdagangan senjata, Campaign Against Arms Trade.

"Rezim Arab Saudi adalah salah satu kediktatoran paling brutal di dunia dan telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang mengerikan di Yaman," kata Andres Smith, dari Campaign Against Arms Trade.

Baca juga: Perancis Tolak Kepulangan Para Perempuan yang Gabung ISIS di Suriah

"Dan penghancuran itu tidak akan mungkin terjadi tanpa keterlibatan dan dukungan dari pemerintah yang berurusan dengan senjata," tambahnya.

Perancis sebagai negara pengekspor senjata terbesar ketiga di dunia memandang Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebagai klien utama dan berulang kali menolak desakan untuk menghentikan penjualan senjata ke negara-negara Teluk.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X