Berita Palsu Dilarang di Singapura, Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 09/05/2019, 19:40 WIB
Ilustrasi hoaks dan fake news.THINKSTOCKS/JORGENMAC Ilustrasi hoaks dan fake news.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura telah mengesahkan undang-undang yang akan mengkriminalisasi publikasi berita palsu.

UU tersebut juga bakal memungkinkan pemerintah Singapura untuk memblokir dan mengeluarkan perintah penghapusan konten tersebut.

Diwartakan Time, RUU Perlindungan dari Kebohongan dan Manipulasi Online telah disahkan pada Rabu (8/5/2019) malam dengan suara 72-9.


Baca juga: Palsukan Surat Sakit untuk Diri Sendiri, Dokter Singapura Didenda Rp 73 Juta

UU tersebut melarang segala berita palsu yang merugikan Singapura atau cenderung memengaruhi pemilu.

Penyedia layanan berita harus menghapus konten yang dianggap melanggar atau mengizinkan pemerintah untuk memblokirnya.

Jika melakukan tindakan yang dinilai berbahaya dan meruska kepentingan Singapura, perusahaan dapat dikenai denda hingga 1 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 10,5 miliar.

Sementara, individu yang melanggar terancam hukuman penjara hingga 10 tahun.

Melansir dari kantor berita AFP, UU tesebut telah memicu kemarahan kelompok Hak Asasi Manusia. Mereka khawatir peraturan baru bisa mengentikan kegiatan diskusi online.

Selain itu, perusahaan-perusahaan teknologi dengan basis utama terkait keuangan dan organisasi wartawan juga terganggu.

"UU itu memberi wewenang kepada Singapura untuk tidak mengekang pandangan di dunia maya yang tidak disetujui," ucap Direktur Regional Amnesty International untuk Asia Timur dan Tenggara, Nicholas Bequelin.

"Ini mengkriminalisasi kebebasan berbicara," ujarnya.

Menurutnya, tidak ada definisi nyata soal arti yang benar atau salah, bahkan justru dikhawatirkan lebih menyesatkan.

Pemerintah Singapura mengklaim lebih menekankan UU itu pada target pernyataan palsu, bukan opini.

Baca juga: Polisi Gadungan China Minta Pelajar di Singapura Pura-pura Diculik

Di sisi lain, pemerintah Singapura mengklaim lebih menekankan koreksi sebagai respons utama ketimbang denda atau hukuman penjara.

Setiap keputusan pemerintah dapat diajukan banding ke pengadilan.

Namun para kritikus juga menyoroti bahwa Singapura telah memiliki UU terkait penghasutan, pencemaran nama baik dan mengganggu keharmonisan ras, yang dapat digunakan untuk mengawasi dunia maya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X