Kirim Senjata ke Arab Saudi, Perancis Bantah Senjatanya Dipakai dalam Perang Yaman

Kompas.com - 09/05/2019, 16:13 WIB
Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly. AFP PHOTO / STRMenteri Pertahanan Perancis Florence Parly.

PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis telah mengkonfirmasi pengiriman senjata baru yang menuju Arab Saudi, namun membantah tuduhan bahwa senjata tersebut digunakan dalam perang di Yaman.

Disampaikan Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly, kepada stasiun televisi BFM, bahwa senjata dikirim menggunakan kapal kargo milik Saudi yang merapat ke pelabuhan Le Havre, Rabu (8/5/2019).

Parly menolak untuk mengidentifikasi jenis senjata yang dikirimkan, namun menegaskan kembali sikap Perancis bahwa senjata yang mereka kirim digunakan hanya untuk tujuan pertahanan oleh Arab Saudi, sejak negara itu memulai operasi ofensif ke Yaman pada 2015.

"Sejauh yang diketahui pemerintah Perancis, kami tidak menemukan bukti bahwa para korban di Yaman adalah hasil dari penggunaan senjata Perancis," kata Parly.

Baca juga: Dituduh Bikin Situs Gelap untuk Transaksi Senjata, Dua Warga Israel Ditahan

Namun klaim menteri itu tidak sejalan dengan kabar yang beredar di tengah masyarakat setelah sebuah situs berita investigasi Disclose mengungkap catatan militer rahasia yang merinci penggunaan tank dan artileri Perancis dalam perang melawan pemberontak Houthi.

Situs tersebut mengungkapkan dugaan pengiriman baru yang akan dilakukan Perancis, termasuk delapan unit meriam truk Caesar, meski sumber pemerintah menegaskan kepada AFP bahwa meriam tersebut tidak masuk dalam pengiriman terbaru.

Tudingan keterlibatan Perancis dalam dugaan kejahatan perang melawan warga sipil di Yaman juga dilayangkan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, salah satunya organisasi nonpemerintah yang mengkampanyekan perlawanan terhadap perdagangan senjata, Campaign Against Arms Trade.

"Rezim Arab Saudi adalah salah satu kediktatoran paling brutal di dunia dan telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang mengerikan di Yaman," kata Andres Smith, dari Campaign Against Arms Trade.

"Dan penghancuran itu tidak akan mungkin terjadi tanpa keterlibatan dan dukungan dari pemerintah yang berurusan dengan senjata," tambahnya.

Perancis sebagai negara pengekspor senjata terbesar ketiga di dunia memandang Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebagai klien utama dan berulang kali menolak desakan untuk menghentikan penjualan senjata ke negara-negara Teluk.

"Perancis memiliki kepentingan strategis dalam bagian dunia ini," kata Parly, menambahkan bahwa pengiriman senjata terbaru sebagai bagian dari kemitraan jangka panjang dengan Saudi dan UEA.

Baca juga: Koalisi Pimpinan Saudi Gelar Serangan Udara ke Ibu Kota Yaman



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X