Proses Ekstradisi Petinggi Huawei ke AS Dinilai Bermotif Politik

Kompas.com - 09/05/2019, 14:24 WIB
Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou setelah sidang jaminan di Pengadilan Tinggi British Columbia di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 11 Desember 2018. (AFP/CTV) Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou setelah sidang jaminan di Pengadilan Tinggi British Columbia di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 11 Desember 2018. (AFP/CTV)

VANCOUVER, KOMPAS.com - Petinggi eksekutif Huawei kembali menghadap persidangan di pengadilan Kanada para Rabu (8/5/2019) untuk mengetahui nasibnya yang mencoba melawan ekstradisi ke AS.

Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou ditahan oleh otoritas Kanada pada lima bulan lalu dan kini terancam ekstradisi ke "Negeri Paman Sam".

Meng dan perusahaannya menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk penipuan bank, pencurian rahasia dagang, dan penghindaran sanksi di pengadilan federal AS.

Baca juga: Keputusan Penting soal Huawei Bocor, Menhan Inggris Dipecat

Namun, manajemen Huawei berulang kali membantah telah melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan. Perusahaan menilai, ada faktor politik yang berperan dalam kasus Meng.

Kini perempuan berusia 47 tahun itu berencana untuk meminta pengadilan menghentikan upaya ekstradisinya yang terus diproses.

"Faktor politik berperan selaam proses ekstradisi kemungkinan mendorong terjadinya pelanggaran keadilan yang serius," demikian pernyataan manajemen Huawei, seperti dikutip dari CNN.

Persidangan pada Rabu awalnya dijadwalkan berlangsung secara singkat. Namun, pembela menghabiskan waktu beberapa jam untuk mengulangi keberatan mereka terhadap penangkapan Meng pada Desember lalu di Vancouver.

"Kasus kriminal terhadap Meng berdasarkan tuduhan yang tidak benar," ujar juru bicara Meng, Benjamin Howes.

Di sisi lain, jasa penuntut menginginkan kasus tersebut untuk dipercepat.

Melansir kantor berita AFP, persidangan kasus Meng yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun akan dilanjutkan pada 23 September mendatang. Sementara, persidangan ekstradisi resmi akan dimulai pada Januari tahun depan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber CNN,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X