Ukraina Samakan Paspor Rusia dengan Dokumen Identitas Nazi

Kompas.com - 08/05/2019, 21:16 WIB
Ilustrasi paspor Rusia. SHUTTERSTOCKIlustrasi paspor Rusia.

KIEV, KOMPAS.com - Ukraina menegaskan tidak akan mengenali maupun mengakui paspor Rusia yang dikeluarkan untuk warganya di wilayah yang diduduki pemberontak yang didukung Kremlin.

Perdana Menteri Ukraina Volodymyr Groysman bahkan menyamakan paspor yang dikeluarkan Rusia tersebut, jika benar terlaksana, seperti dokumen identitas Nazi.

" Paspor tersebut akan dianggap ilegal," kata Groysman pada pertemuan pemerintah, Rabu (8/5/2019), dikutip AFP.

"Kami tidak akan pernah mengakui kewarganegaraan apa pun yang dikeluarkan oleh negara agresor. Ini seperti Nazi Jerman yang menerbitkan Ausweis (dokumen identitas) untuk sekelompok orang tertentu," ujar Groysman menambahkan.

Baca juga: Putin Mudahkan Pengurusan Paspor Rusia untuk Separatis Ukraina

Pernyataan perdana menteri Ukraina itu menjadi tanggapan terkini yang disampaikan Kiev berkenaan dengan rencana Kremlin yang akan memudahkan warga Ukraina timur untuk mendapatkan paspor dan kewarganegaraan Rusia.

Rencana tersebut bermula dari dekret yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin pada akhir April lalu.

Kemudahan tersebut semula ditujukan kepada penduduk wilayah separatis Ukraina di Donetsk dan Luhansk. Namun kemudian Putin menyatakan akan memperluaskan untuk selurun penduduk Ukraina.

Sementara Presiden terpilih Ukraina Volodymyr Zelensky menjawab dekret Putin tersebut dengan janji yang sama kepada warga Rusia yang ingin mendapat kewarganegaraan Ukraina.

Ditambahkan Groysman, warga Ukraina yang mendapatkan paspor Rusia dipastikan tidak akan dapat menggunakannya di wilayah Ukraina.

Aturan yang sama akan berlaku untuk warga Rusia yang menerima paspor Ukraina di pusat-pusat yang mengeluarkan dokumen kepada penduduk republik separatis.

Sementara, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kembali menegaskan, Rabu (8/5/2019), bahwa Rusia akan terus mengeluarkan paspor kepada individu yang menginginkannya dan masuk dalam dekret kepresidenan yang ditandatangani Putin.

Baca juga: Balas Putin, Presiden Terpilih Ukraina Janjikan Kewarganegaraan kepada Warga Rusia

Putin juga mengatakan baru-baru ini, bahwa Ukraina dan Rusia adalah "satu rakyat" dan akan mendapat manfaat dari kewarganegaraan umum sebagai "negara persaudaraan".

Konflik antara pemerintahan Ukraina dengan kelompok pemberontak di wilayah selatan telah dimulai sejak Moskwa mencaplok wilayah semenanjung Crimea pada 2014.

Konflik yang terjadi telah menewaskan hingga lebih dari 13.000 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X