UEA Dituding Bangkitkan Kebencian terhadap Warga Qatar

Kompas.com - 08/05/2019, 19:12 WIB
Doha, Qatar.Shutterstock Doha, Qatar.

DEN HAAG, KOMPAS.com - Qatar menuding Uni Emirat Arab telah melakukan kampanye kebencian terhadap warga negaranya.

Diwartakan kantor berita AFP, Rabu (8/5/2019), dalam persidangan di pengadilan tinggi PBB, UEA meminta hakim untuk menghentikan Qatar memperburuk krisis dengan negara Teluk.

Namun, pengacara dari Qatar membalasnya dengan menyebut UEA meluncurkan kebijakan diskriminatif yang sangat berdampak pada warga Qatar.

Baca juga: Qatar Siapkan Bantuan Rp 6,8 Triliun untuk Palestina


"Warga Qatar yang menjadi korban sebenarnya dalam kasus diskriminasi rasial, bukan pemerintah UEA," kata perwakilan Qatar, Mohammed Abdulaziz Al-Khulaifi.

Diskriminasi tersebut termasuk langkah Abu Dhabi menghentikan jaringan berita global Al Jazeera yang berbasisi di Doha dan didanai oleh negara.

Selama ini, Al Jazeera dituding menyebarkan propaganda.

"Membungkam suara media merupakan bagian dari kampanye UEA untuk menghasut kekerasan dan kebencian terhadap Qatar," ujar Khulaifi.

"Qatar telah lama terlibat dalam perang melawan terorisme global dan itu terus berlanjut," imbuhnya.

Namun, UEA menuding pemerintah Qatar yang memblokir warganya sendiri untuk mengakses situs web Emirat.

Khualifi menangkis klaim tersebut dengan menyebutkan, Qatar menemukan pelanggaran keamanan berisiko tinggi pada situs web UEA termasuk "malware".

Malware itu diyakini dirancang untuk menyusup ke sistem informasi Qatar.

Seperti diketahui, Qatar telah menghadapi boikot ekonomi dan diplomatik sejak 2017 oleh negara-negara Teluk lainnya.

Mereka menuduh Qatar mendukung terorisme dan terlalu dekat dengan pesaing dalam kawasan itu, Iran.

Baca juga: Pejabat Pariwisata Qatar Tolak Visa bagi Warga Negara Musuh

Qatar berulang kali membantah klaim tersebut, membalasnya dengan tudingan negara Teluk lainnya ingin mengupayakan perubahan rezim.

Negara-negara Teluk menuding UEA melanggar Konvensi Internasional 1965 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (CERD).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Internasional
Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang yang Tewaskan 34 Orang Pencandu Game

Internasional
Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Joe Biden Kecam Keras Komentar Tercela Trump kepada 4 Anggota DPR AS

Internasional
Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Seorang Ibu Dipenggal Anaknya Disaksikan Bocah 4 Tahun

Internasional
5 Kisah Anjing Setia: 'Menangis' di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

5 Kisah Anjing Setia: "Menangis" di Peti Mati hingga Berkorban demi Majikan

Internasional
Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Iran Sita Kapal Tanker Inggris sebagai Balasan Setelah Kapal Mereka Ditangkap

Internasional
Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Anjing Setia Ini Berjalan 200 Km Pulang ke Rumah Majikan yang Membuangnya

Internasional
Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Pembakaran Studio Animasi Jepang Beraksi

Internasional
AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

AS Punya Bukti Kuat Tembak Jatuh Drone Iran

Internasional
Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Ingin Berkencan dengan Awak Kabin Lufthansa, Pria 65 Tahun Buat Ancaman Bom Palsu

Internasional
Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Mantan Ratu Kecantikan Rusia Bantah Bercerai dari Eks Raja Malaysia

Internasional
Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Pengacara Benarkan Mantan Raja Malaysia Bercerai dari Eks Miss Moscow

Internasional
Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Sempat Batal, India Jadwalkan Ulang Peluncuran Roket ke Bulan Senin Depan

Internasional
Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Inggris: Iran Memilih Langkah Berbahaya dengan Menahan Kapal Tanker

Internasional
Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Ingin Pergi ke Ghana, Seorang Pria Panjat Mesin Pesawat yang Hendak Terbang

Internasional
Close Ads X