Kompas.com - 08/05/2019, 19:09 WIB
Ilustrasi keputusan persidangan. SHUTTERSTOCKIlustrasi keputusan persidangan.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pengadilan Irak dilaporkan telah mengadili dan menghukum lebih dari 500 orang anggota asing ISIS. Jumlah tersebut dihitung sejak awal 2018.

Menurut Mahkamah Agung Irak, sebanyak 514 anggota asing ISIS telah divonis, termasuk pria dan wanita. Sementara 202 terdakwa lainnya masih diinterogasi dan 44 orang masih dalam proses pengadilan.

"Kemudian ada sebanyak 11 terdakwa yang dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan," kata Mahkamah Agung Irak dalam pengumumannya, Rabu (8/5/2019).

Pernyataan Mahkamah Agung tersebut merujuk pada para terdakwa yang berasal dari berbagai kewarganegaraan, namun tidak disebutkan dengan rinci negara mana saja.

Dikatakan dalam pengumuman tersebut bahwa proses interogasi memakan waktu selama sekitar enam bulan terhadap setiap orang yang dituduh sebagai anggota ISIS.

Baca juga: Irak Bersedia Adili Anggota Asing ISIS dengan Imbalan Uang

Tetapi bagi mereka yang dituduh terlibat secara aktif dalam operasi kelompok teroris tersebut, maka proses interogasi bisa memakan waktu hingga satu tahun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Irak telah mengumumkan kemenangan atas ISIS pada akhir 2017 dan mulai mengadili orang asing yang dituduh bergabung dalam organisasi itu pada tahun berikutnya.

Sebelumnya diberitakan, sumber pemerintah menyatakan bahwa Baghdad bersedia mengadili para terduga anggota asing ISIS yang saat ini ditahan di Suriah dengan imbalan uang yang harus dibayarkan oleh negara asal terduga.

Sekitar 1.000 orang asing terduga anggota ISIS kini ditahan di pusat penahanan di timur laut Suriah, serta ada sekitar 9.000 perempuan dan anak-anak asing yang ditempatkan di kamp-kamp penampungan.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (8/5/2019) itu, pengadilan Irak mendesak agar seluruh pengadilan teroris asing dipindahkan ke Baghdad.

Pemindahan tersebut lantaran sebagian besar kedutaan negara asing berada di ibu kota, sehingga diharapkan perwakilan dari kedutaan negara-negara asal terduga teroris dapat turut hadir di persidangan.

Rencana pemerintah Irak untuk mengadili seluruh terduga anggota asing ISIS tersebut dikecam kelompok Hak Asasi Manusia, termasuk Human Right Watch yang mengkritik persidangan yang dilakukan sering kali mengandalkan bukti tak langsung atau pengakuan yang diperoleh di bawah penyiksaan.

Baca juga: Rencana Irak Adili Anggota Asing ISIS dengan Imbalan Uang Dikecam



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X