Mantan Bintang "Baywatch" Kunjungi Pendiri WikiLeaks Julian Assange di Penjara

Kompas.com - 08/05/2019, 14:17 WIB
Artis peran Pamela Anderson menghadiri pemutaran film 120 Beats Per Minute (120 Battements Par Minute) di Festival Film Cannes 2017, Sabtu (20/5/2017). AFP PHOTO / Valery HACHEArtis peran Pamela Anderson menghadiri pemutaran film 120 Beats Per Minute (120 Battements Par Minute) di Festival Film Cannes 2017, Sabtu (20/5/2017).

LONDON, KOMPAS.com - Model sekaligus aktris yang dikenal karena membintangi serial Baywatch, Pamela Anderson, dilaporkan bakal menjadi orang pertama yang mengunjungi Julian Assange.

Berdasarkan pemberitaan Radio LBC via Newsweek Selasa (7/5/2019), Anderson bakal mengunjungi pendiri situs WikiLeaks itu di Penjara Belmarsh, London.

Aktris berkebangsaan Kanada itu bakal menemui Assange yang sudah ditahan di penjara berkeamanan tinggi selama sebulan terakhir bersama Editor WikiLeaks, Kristinn Hrafnsson.

Baca juga: Pendiri WikiLeaks Julian Assange Tak Ingin Diekstradisi ke AS

Anderson dilaporkan menjalin hubungan dekat dengan Assange dalam beberapa tahun terakhir. Dia mengunjungi Assange yang kala itu mengungsi di Kedutaan Besar Ekuador di London.

Aktris berusia 51 tahun itu juga termasuk dalam pendukung petisi yang meminta pemerintah Inggris tidak mengekstradisi Assange ke Amerika Serikat (AS).

Assange ditangkap pada 11 April lalu di dalam kantor kedubes setelah Ekuador mencabut status suaka yang disandangnya dalam tujuh tahun terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pria 47 tahun itu pertama kali memasuki Kedutaan Ekuador di London dan mengajukan suaka pada 2012 dalam upaya menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan kekerasan seksual.

Kasus itu kemudian dihentikan pada 2017 dengan mengacu kepada undang-undang di mana sebagian besar tuduhannya sudah mengalami masa kadaluarsa.

Namun menyusul penangkapan Assange yang dilakukan Kepolisian Metropolitan London sekaligus pencabutan status suaka, jaksa Swedia dilaporkan berusaha membuka kembali kasusnya.

Pekan lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 50 pekan kepada Assange setelah dia terbukti melanggar status pembebasan bersyarat untuk pergi ke Kedubes Ekuador.

Assange menolak diekstradisi ke AS setelah hakim menanyakannya. "Saya tidak ingin menyerah karena melakukan jurnalisme yang memenangkan banyak penghargaan dan menyelamatkan banyak nyawa," tegas dia.

Berbicara setelah sidang, Hrafnsson mengatakan situasi yang dialami Assange sangat tidak bisa diterima, di mana kabarnya Assange menghabiskan 23 jam di dalam sel.

"Kami sangat khawatir dengan Julian. Saya dengar situasi di Belmarsh mengerikan karena terdapat penghematan," beber Hrafnsson seperti dikutip ITV.

Rusia juga mengecam penangkapan pria berkewarganegaraan Australia itu dengan menyebut penangkapan terhadap Assange dilakukan atas perintah Washington.

Baca juga: Assange Dijatuhi Hukuman Penjara 50 Pekan oleh Pengadilan Inggris



Sumber Newsweek
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.