Kompas.com - 07/05/2019, 21:53 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pakistan ingin menyudahi kisruh hilal dengan menetapkan penggunaan metode hisab alias penghitungan matematis sebagai acuan untuk menentukan awal bulan Ramadhan. Terobosan itu memicu kontroversi.

Menteri Sains dan Teknologi Pakistan, Fawad Chaudry, ingin mengakhiri kontroversi hilal dengan memerintahkan penggunaan metode hisab mulai 2020.

Gagasannya itu terancam gagal disahkan, namun Chaudry enggan mengendurkan langkah.

Baca juga: Gaza Awali Ramadhan dengan Pemakaman dan Puing-puing Kehancuran

Dia beralasan pemerintah setiap tahun menghabiskan dana hingga hampir Rp 1 miliar untuk membiayai pengamatan hilal.

"Di mana kebijaksanaannya dalam pemborosan itu?" tanyanya.

Kini Chaudry membentuk komite yang terdiri atas astronom, pakar cuaca dan teknologi.

Tugas mereka adalah menentukan kalendar lima tahun untuk Pakistan dengan tanggal pasti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha dan Muharram.

Tidak mengejutkan jika terobosan Chaudry memicu kontroversi di kalangan kaum muslim Pakistan.

Tidak sedikit ulama yang menolak gagasan tersebut, meski banyak kaum muda yang mempertanyakan metode rukyat.

"Jika kita menentukan waktu sholat sesuai penghitungan ilmiah, kenapa kita tidak menentukan hilal dengan cara yang sama," tulis seorang pemuda muslim di sebuah kanal media sosial.

Baca juga: Daging Burung Unta dan Rusa Disajikan untuk Sahur di Pakistan

Seperti diketahui, hampir semua negara Islam memiliki lembaga hilal yang menentukan awal bulan Ramadhan.

Sejumlah negara seperti Afghanistan merujuk pada lembaga hilal di Arab Saudi. Namun hal serupa tidak berlaku buat negara-negara lain lantaran letak geografis dan perbedaan waktu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.