Terkait Kehadiran di Arktik, China Sebut AS Salah Paham

Kompas.com - 07/05/2019, 21:33 WIB
Sebuah kapal selam milik Angkatan Laut China saat peringatan 60 tahun berdirinya Tentara Angkatan Laut Pembebasan Rakyat pada 2009, di lepas pantai Qingdao di Provinsi Shandong.AFP / GUANG NIU Sebuah kapal selam milik Angkatan Laut China saat peringatan 60 tahun berdirinya Tentara Angkatan Laut Pembebasan Rakyat pada 2009, di lepas pantai Qingdao di Provinsi Shandong.

BEIJING, KOMPAS.com - China menyebut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo telah salah mengartikan maksud dan tujuan kehadiran negara itu di kawasan Arktik.

Beijing menganggap komentar yang disampaikan Pompeo sebelum pertemuan dengan Dewan Arktik, di mana AS menjadi negara anggotanya, sebagai penggambaran yang keliru dari fakta-fakta dan memiliki motif tersembunyi.

"Pernyataan Pompeo adalah penggambaran yang keliru dari fakta-fakta yang memiliki motif tersembunyi."

"Kami tidak memiliki perhitungan geopolitik, juga tidak mencari blok eksklusif," kata juru bicara kementerian luar negeri China Geng Shuang, dalam jumpa pers, Selasa (7/5/2019).


Sebelumnya, Pompeo dalam pernyataannya memperingatkan bahwa kawasan Arktik telah menjadi ajang kompetisi dan persaingan kekuatan global berkat kekayaan cadangan minyak, gas, mineral, dan hasil laut yang melimpah.

Baca juga: Imbangi China dan Rusia, AS Bakal Perkuat Kehadiran di Arktik

Pompeo mengutip kekhawatiran Pentagon bahwa Beijing berusaha membangun kehadiran keamanan permanen di wilayah kutub, termasuk dengan mengerahkan kapal selam untuk mencegah serangan nuklir.

Dia juga mengecam pernyataan Beijing yang menyebut China sebagai "negara dekat" Arktik.

"Hanya ada negara-negara Arktik dan non-Arktik. Tidak ada kategori ketiga dan mengklaim sebaliknya tidak memberikan hak apa-apa kepada China," ujar Pompeo.

Namun Geng mengatakan, China berpartisipasi dalam urusan Arktik dengan sikap terbuka, kooperatif, dan saling menguntungkan.

"China tidak akan turut campur dalam masalah antara negara-neagra Arktik, namun juga tidak akan absen dari masalah global di Arktik," ujarnya, dikutip AFP.

Berbeda dengan China yang hanya berstatus sebagai negara pengamat, AS dan Rusia merupakan anggota Dewan Arktik.

Meski demikian Geng mengatakan bahwa masalah Arktik tidak selalu hanya terkait dengan negara-negara di kawasan Kutub Utara, melainkan juga ada signifikansi global dan pengaruh internasional di dalamnya.

"China bersedia bekerja sama dengan pihak lain untuk melindungi Kutub Utara, mengeksploitasi, dan berpartisipasi dalam pemerintahan Kutub Utara," ujar Geng.

Baca juga: NASA: Gelembung Metana di Danau Arktik adalah Kabar Buruk

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X