Tak Bayar Utang Tapi Hendak Menikah, Pria di India Dibunuh dan Dimutilasi Temannya

Kompas.com - 07/05/2019, 20:23 WIB
Ilustrasi garis polisi.THINKSTOCK Ilustrasi garis polisi.

VIRAR, KOMPAS.com - Seorang pria berusia 58 tahun di India diduga telah tewas dibunuh oleh temannya sendiri, usai berselisih masalah utang.

Ganesh Kolatkar (58) diyakini telah dibunuh oleh temannya, Pintu Sharma (40), setelah bertengkar perkara utangnya yang belum dibayarkan dan mengenai rencananya untuk menikah.

Dilansir India Today, insiden pembunuhan tersebut terjadi pada bulan Januari lalu, di apartemen tersangka yang berada di Virar West, negara bagian Maharashtra, India.

Dugaan terjadinya pembunuhan bermula dari laporan keluarga korban yang mengatakan Ganesh telah hilang sejak 16 Januari lalu.

Selain itu ada laporan penghuni apartemen Bachraj, tempat tinggal tersangka, bahwa telah ditemukan potongan jari yang menyumbat saluran pembuangan, serta bau busuk dari salah satu ruang apartemen.

Baca juga: Pria di India Dituduh Bunuh Temannya dan Buang Potongan Tubuh Korban ke Toilet

Polisi lantas memeriksa rekaman kamera pengawas apartemen dan melihat korban datang ke apartemen bersama tersangka, namun setelahnya tidak terlihat keluar dari gedung.

Berdasar hasil penyelidikan polisi, diketahui jika korban memiliki utang kepada tersangka sebesar 60.000 rupee (sekitar Rp 12 juta), yang berasal dari uang yang diinvestasikan tersangka untuk bisnis percetakan yang dimiliki korban.

Semula tersangka menginvestasikan uang sebesar 100.000 rupee (sekitar Rp 20,5 juta), namun kemitraan keduanya tidak berlangsung lama dan korban diminta mengembalikan uang milik tersangka.

Korban telah mengembalikan sebesar 40.000 rupee (sekitar Rp 8 juta), namun masih menanggung utang. Sementara, korban tengah merencanakan untuk menggelar pernikahannya.

Saat di apartemen milik tersangka itulah terjadi perselisihan yang kemudian berakhir dengan pembunuhan korban.

"Kembalikan dulu uang 60.000 rupee saya sebelum berpikir untuk menikah," kata Sharma kepada Ganesh, menurut laporan kepolisian yang dikutip Mumbai Mirror.

Tersangka ditangkap dan didakwa membunuh korban dengan memotong tubuhnya, kemudian membuangnya ke toilet dan sungai.

Polisi mengatakan laporan tuduhan diajukan berdasarkan rekaman CCTV dan rekaman telepon keduanya. Polisi masih menunggu laporan DNA korban.

Baca juga: Turis AS Akui Buang Potongan Tubuh Korbannya ke Kawasan Pegunungan

"Kami telah mengajukan tuduhan kepada tersangka dan telah ada cukup bukti untuk membuktikan bahwa dia telah melakukan kejahatan."

"Meski laporan kecocokan DNA korban belum keluar, kami telah menemukan cincin korban dari apartemen tempat tinggal tersangka," kata seorang petugas polisi kepada media.

Tersangka dituduh melanggar KUHP India Pasal 302 tentang pembunuhan dan Pasal 201 tentang penghilangan bukti kejahatan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X