Seluruh Pelaku Pemboman di Sri Lanka Sudah Ditahan atau Mati

Kompas.com - 07/05/2019, 12:22 WIB
Beginilah kondisi bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019). AFP/ISHARA S. KODIKARABeginilah kondisi bagian dalam gereja St Sebastian di Negombo, Sri Lanka usai diguncang bom bunuh diri pada Minggu (21/4/2019).

COLOMBO, KOMPAS.com - Otoritas keamanan Sri Langka mengklaim seluruh pelaku serangan bom pada Minggu Paskah lalu telah berhasil menangkap atau sudah tewas.

Pihak kepolisian menyebut telah memperhitungkan setiap orang yang terlibat dalam serangkaian serangan bom yang menyerang tiga gereja dan tiga hotel pada 21 April lalu, yang menewaskan hingga 257 orang.

"Semua orang yang terlibat dalam mengorganisir atau melancarkan serangan bom bunuh diri pada Minggu Paskah sudah tewas atau berada dalam tahanan," kata kepala polisi Sri Lanka Chandana Wickramaratne, dalam pernyataannya, Selasa (7/5/2019).

"Dua ahli bom dalam kelompok yang bertanggung jawab atas serangan bom telah terbunuh. Kami juga telah menyita seluruh bahan peledak yang disimpan untuk serangan di masa depan," tambahnya, dikutip AFP.

Baca juga: Teror Bom Sri Lanka: 3 Anak Taipan Denmark Dimakamkan

Wickramaratne ditunjuk menjadi kepala kepolisian pekan lalu, setelah pejabat pendahulunya ditangguhkan oleh Presiden Maithripala Sirisena karena dianggap gagal mengambil tindakan atas peringatan tentang serangan bom.

Menurut Wickramaratne kehidupan publik Sri Lanka sudah mulai berangsur kembali normal dan jam malam yang diberlakukan pascaserangan bom telah dicabut.

Pemerintah Sri Lanka juga telah membuka kembali sekolah umum sejak Senin (6/5/2019), namun jumlah siswa yang hadir masih di bawah 10 persen karena banyak orangtua siswa yang khawatir akan adanya serangan susulan.

"Kami telah meningkatkan keamanan untuk semua sekolah. Kami juga menjalankan program untuk menciptakan kesadaran tentang keselamatan dan keamanan di semua sekolah," kata kepala polisi.

Wickramaratne tidak merinci berapa banyak orang yang ditahan atas kasus pemboman itu dan berapa yang telah tewas. Namun juru bicara kepolisian, Ruwan Gunasekera mengatakan, Senin (6/5/2019), sebanyak 73 orang, termasuk sembilan perempuan, telah ditahan.

Pemerintah Sri Lanka setelah menuduh kelompok ekstremis lokal National Thowheeth Jamaath (NTJ) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom Minggu Paskah. Tetapi organisasi teroris ISIS juga telah mengklaim bahwa serangan dilancarkan oleh anggota mereka.

Baca juga: Dalang Bom Paskah Sri Lanka, Pakai Medsos untuk Cari Pengikut



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X