Imbangi China dan Rusia, AS Bakal Perkuat Kehadiran di Arktik

Kompas.com - 06/05/2019, 23:03 WIB
Kendaraan militer Rusia yang disiapkan untuk operasi militer di wilayah Arktik, Kutub Utara, dipamerkan dalam perayaan Hari Militer di Moskwa, pada Mei 2017 lalu.AFP / NATALIA KOLESNIKOVA Kendaraan militer Rusia yang disiapkan untuk operasi militer di wilayah Arktik, Kutub Utara, dipamerkan dalam perayaan Hari Militer di Moskwa, pada Mei 2017 lalu.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat bermaksud memperkuat kehadirannya di kawasan Arktik guna mengimbangi "perilaku agresif" yang ditunjukkan China dan Rusia di kawasan kaya sumber daya itu.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo jelang perundingan dengan delapan negara Arktik di Finlandia, Senin (6/5/2019).

Dalam pernyataannya, Pompeo memperingatkan bahwa kawasan Arktik telah menjadi ajang kompetisi dan persaingan kekuatan global berkat kekayaan cadangan minyak, gas, mineral, dan hasil laut yang melimpah.

Pompeo turut mengecam upaya China, yang berstatus negara pengamat di Dewan Arktik, karena menyatakan dirinya sebagai negara dekat Kutub Utara.


Baca juga: Rusia Uji Coba Kapal Selam Vladimir Agung di Kutub Utara

Pompeo mengutip kekhawatiran Pentagon bahwa Beijing berusaha membangun kehadiran keamanan permanen di wilayah kutub, termasuk dengan mengerahkan kapal selam untuk mencegah serangan nuklir.

"Hanya ada negara-negara Arktik dan non-Arktik. Tidak ada kategori ketiga dan mengklaim sebaliknya tidak memberikan hak apa-apa kepada China," ujar Pompeo dikutip AFP.

Pompeo menegaskan bahwa kegiatan China di wilayah kutub harus selalu diawasi dengan ketat.

"Pola perilaku agresif China di tempat lain akan menunjukkan bagaimana negara itu akan memperlakukan Arktik," tambah Pompeo.

Tak hanya China, AS juga mengecam klaim teritorial Rusia atas rute perdagangan baru yang lebih cepat dengan membuka jalur pelayaran melalui wialyah Arktik.

"Dalam rute Laut Utara, Moskwa telah secara ilegal menuntut agar negara lain meminta izin untuk melintas, mengharuskan pilot maritim Rusia untuk naik ke kapal asing, dan mengancam akan menggunakan kekuatan militer dan menenggelamkannya jika ada pihak yang gagal mematuhinya," kata Pompeo.

"Tindakan-tindakan provokatif ini adalah bagian dari pola perilaku agresif Rusia di Kutub Utara," tambahnya.

Terkait situasi di Kutub Utara itu, Pompeo mengatakan bahwa AS akan mulai memperkuat kehadirannya diplomatik dan keamanannya di Arktik.

Sebagian akan dilakukan melalui latihan militer, peningkatan kehadiran militer, serta membangun kembali armada kapal pemecah es AS.

Baca juga: Rusia akan Kembali Tingkatkan Kehadiran Militernya di Kutub Utara

"Hanya karena Kutub Utara adalah wilayah antah berantah, bukan berarti itu harus menjadi tempat pelanggaran hukum," kata Pompeo.

Rusia sebelumnya bersikeras bahwa upaya membangun militer dan perekonomian di kawasan Kutub Utara bukan untuk menjadi ancaman bagi negara lain.

"Kami tidak melakukan hal lain selain memastikan keamanan negara. Semua yang kami lakukan di Arktik untuk tujuan ini dan hanya ini. Kami tidak mengancam siapa pun," ujar Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X