Kompas.com - 06/05/2019, 15:45 WIB

HELSINKI, KOMPAS.com - Serangan bom di Sri Lanka pada Minggu Paskah bulan lalu masih menyisakan duka yang mendalam bagi korban, tak terkecuali taipan asal Denmark.

Miliarder Anders Holch Polvsen kehilangan tiga dari empat anaknya dalam teror tersebut.

Keluarganya saat itu mengunjungi Sri Lanka untuk merayakan Paskah. Namun, kebahagiaannya hancur ketika bom merenggut nyawa anaknya.

Polvsen merupakan pemilik perusahaan pakaian Bestseller sekaligus pemegang saham utama ASOS.

Baca juga: Tiga Anak Miliarder Denmark Tewas dalam Pengeboman di Sri Lanka

Tak hanya itu, pria terkaya di Denmark ini juga memiliki banyak properti di Skotlandia.

Di sana, Povlsen memiliki puluhan properti termasuk Kastil Aldourie yang terletak tak jauh dari Loch Ness.

Diwartakan Daily Mail, setelah dua pekan berlalu, kini dia dan istrinya, Anne, harus menyaksikan tiga peti dengan hiasan bunga menjadi tempat peristirahatan terakhir ketiga anak merea.

Alfred, Alma, dan Agnes, disemayamkan di Katedral Aarhus di Denmark pada Sabtu (4/5/2019).

Sementara anak mereka yang lain, Astrid, terlihat berjalan menuju tiga mobil jenazah untuk memotong tali balon yang terpasang di salah satu peti.

Astrid selamat dari serangan tersebut, sedangkan Polvsen diyakini terluka meski tidak diketahui seberapa parahnya.

Halaman:
Baca tentang
Sumber Daily Mail


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.