Perundingan Damai Taliban dan AS Ditunda karena Hari Pertama Puasa

Kompas.com - 06/05/2019, 15:08 WIB
Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada) Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada)

DOHA, KOMPAS.com - Perundingan damai antara Taliban dan Amerika Serikat ( AS) dilaporkan ditunda karena hari pertama puasa yang berlangsung Senin (6/5/2019).

Kedua kubu itu menghabiskan satu pekan terakhir dalam enam ronde perundingan yang berlangsung Doha, Qatar. Taliban menyatakan negosiasi itu mengalami kebuntuan.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Taliban Gempur Markas Polisi Pakai Bom Bunuh Diri

Dalam kicauannya di Twitter dikutip AFP, juru bicara politik Taliban Suhail Shaheen berkata perundingan itu ditunda demi menghormati hari pertama Ramadhan, dan bakal dilanjutkan lagi Selasa (7/5/2019).

Direktur Center for Conflict and Humanitarian Studies Sultan Barakat memaparkan kedua kubu berada dalam progres bagus ketika memasuki perundingan Selasa.

Namun Shaheen mengatakan negosiasi itu tersendat atas satu isu penting mengenai kapan pasukan asing bakal segera angkat kaki dari Afghanistan.

Sebelum sepakat tarik pasukan, AS meminta Taliban untuk menjamin keamanan dan melakukan gencatan senjata, serta mengadakan dialog dengan pemerintah Afghanistan saat ini.

Taliban bersikukuh mereka tidak akan melaksanakan apapun yang diminta oleh AS sebelum Washington mengumumkan tanggal penarikan pasukan dari Afghanistan.

Di akhir perundingan damai di Kabul pekan lalu, Presiden Ashraf Ghani menawarkan gencatan senjata di hari pertama Ramadhan. Namun Taliban menolaknya.

Ghani mengulangi kembali permintaannya kepada Taliban pada Senin untuk menghormati permintaan pertemuan besar "loya jirga" yang dihadiri ribuan kepala suku di Afghanistan.

"Ramadhan adalah bulan penuh damai dan rekonsiliasi. Jadi, saya meminta kepada Taliban untuk menghormati bulan ini demi rakyat yang mencari perdamaian dan rekonsiliasi," katanya.

Pada Minggu, dilaporkan 13 orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah Taliban menyerang markas polisi di utara Afghanistan dengan senapan dan bom bunuh diri.

Baca juga: Afghanistan Rilis Daftar Delegasi untuk Bertemu Taliban di Doha

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X