Hari Terakhir Upacara Penobatan Raja Thailand Jadi Hari Libur Nasional

Kompas.com - 06/05/2019, 14:14 WIB
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dibawa melewati jalanan Bangkok dalam prosesi kerajaan hari kedua, Minggu (5/5/2019). (AFP/MANAN VATSYAYANA) Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dibawa melewati jalanan Bangkok dalam prosesi kerajaan hari kedua, Minggu (5/5/2019). (AFP/MANAN VATSYAYANA)

BANGKOK, KOMPAS.com - Thailand memulai hari ketiga sekaligus terakhir dalam rangkaian upacara penobatan Raja Maha Vajiralongkorn yang berlangsung sejak Sabtu (4/5/2019).

Diberitakan Reuters Senin (6/5/2019) Raja Thailand berusia 66 tahun itu dijadwalkan menemui para diplomat negara lain dan menemui rakyatnya dari balkon kerajaan.

Baca juga: Hari Kedua Penobatan Raja Thailand, Tandu Emas dan Jubah Berlian

Dalam upacara hari kedua Minggu petang (5/5/2019), Raja Vajiralongkorn naik tandu kerajaan dan diarak sejauh tujuh kilometer di kawasan kota tua Bangkok.

DPA via Straits Times memberitakan, parade menuju tiga kuil Buddha itu berlangsung selama tujuh jam dengan 200.000 rakyat yang mengenakan pakaian kuning berdoa bagi sang raja.

Raja Vajiralongkorn diagendakan menyambut rakyatnya pukul 04.30 waktu setempat sebelum bertemu dengan para diplomat asing satu jam berselang dengan Senin dijadikan hari libur nasional.

Dalam dua acara penting itu, Raja Vajiralongkorn bakal didampingi sang permaisuri Ratu Suthida. Meski terdaftar di jadwal resmi, pemerintah Thailand menyatakan Ratu Suthida bakal berada di samping suaminya.

Ratu berusia 40 tahun itu menikah dengan Raja Vajiralongkorn dalam sebuah upacara yang mengikuti tradisi kerajaan namun mengejutkan publik Rabu pekan lalu (1/5/2019).

Berpangkat Jenderal, Ratu Suthida merupakan wakil komandan pasukan pengawal kerajaan dengan Raja Vajiralongkorn sendiri yang menjadi komandannya.

Mantan pramugari Thai Airways, Ratu Suthida sudah dirumorkan mempunyai kisah asmara dengan Raja Vajiralongkorn ketika masih berstatus Putra Mahkota.

Adapun penobatan Raja Vajiralongkorn dilakukan 2,5 tahun setelah sang ayah, Raja Bhumibol Adulyadej, meninggal pada Oktober 2016 setelah bertakhta selama 70 tahun.

Penobatan yang memakan biaya hingga 31 juta dollar AS, sekitar Rp 444,1 miliar, merupakan upacara pertama selama 70 tahun sejak mendiang Raja Bhumibol.

Baca juga: Pakai Mahkota Emas 7,3 Kg, Berapa Biaya Penobatan Raja Thailand?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X