Boeing Disebut Tahu soal Masalah 737 MAX Sebelum Kecelakaan Lion Air

Kompas.com - 06/05/2019, 11:48 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebuah pernyataan baru dari pabrikan pesawat Boeing menunjukkan mereka sebenarnya sudah tahu masalah di varian 737 MAX jauh sebelum kecelakaan Lion Air.

Boeing sebelumnya mengakui bahwa sistem peringatan yang seharusnya menjadi fitur standar ternyata tidak berfungsi di seluruh Boeing 737 MAX.

Namun dalam keterangan yang dirilis Minggu (5/5/2019) menunjukkan berapa lama hingga Boeing sadar adanya masalah sebelum memutuskan bertindak.

Baca juga: 5 Fakta soal Pesawat Boeing 737 yang Mendarat di Sungai Florida

Dikutip CNN, Boeing dalam keterangan resminya menuturkan bahwa masalah perangkat lunak tidak "memberi dampak buruk bagi keselamatan atau operasional pesawat".

Tidak diketahui apakah kurangnya fungsi peringatan berperan dalam jatuhnya pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines yang jatuh Maret lalu dengan total korban tewas 346 orang.

Meski begitu, sistsm peringatan yang berfungsi bisa memberi tahu pilot jika terjadi malfungsi, berdasarkan penyelidikan yang terjadi baik di Lion Air maupun Ethiopian Airlines.

Dalam dua insiden itu, investigasi awal mengungkapkan kesalahan data dalam sensor angle of attack (AOA) yang malfungsi mengaktifkan sistem anti-stall pesawat (MCAS).

Aktifnya MCAS membuat hidung pesawat terus turun dan membuat pilot kesulitan menguasainya.

Baca juga: Buntut Jatuhnya Boeing 737 Max, American Airlines Batalkan 90 Penerbangan Per Hari hingga April

Boeing menyatakan petinggi senior serta Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) tidak tahu tentang isu itu hingga Lion Air JT 610 jatuh di Karawang dan membunuh 189 orang pada 29 Oktober 2018.

Baik FAA maupun Boeing tidak melakukan langkah apapun hingga Ethiopian Airlines jatuh enam menit setelah lepas landas dari Addis Ababa dan menewaskan 157 orang.

Dalam keterangan Boeing, sistem peringatan AOA bisa aktif jika maskapai membeli piranti tambahan, bersifat fitur opsional, yang dinamakan indikator AOA.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X