Jelang Ramadhan, Taliban Gempur Markas Polisi Pakai Bom Bunuh Diri

Kompas.com - 05/05/2019, 21:01 WIB
Foto ini menunjukkan asap membubung dari arah kota Ghazni, Afghanistan usai serangan Taliban, Jumat (10/8/2018). AFPTVFoto ini menunjukkan asap membubung dari arah kota Ghazni, Afghanistan usai serangan Taliban, Jumat (10/8/2018).

KUNDUZ, KOMPAS.com - Taliban mengutus seseorang untuk melakukan bom bunuh diri dan beberapa pria bersenjata untuk menyerang markas polisi di Afghanistan, Minggu (5/5/2019).

Diwartakan kantor berita AFP, serangan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 40 orang lainnya.

Insiden dimulai dengan ledakan keras di markas kepolisian di Pul-i-Khumri, sekitar 250 km utara Kabul. Terlihat gumpalan asap besar di langit.

Baca juga: Afghanistan Rilis Daftar Delegasi untuk Bertemu Taliban di Doha

"Bentrokan belum berhenti," kata anggota dewan provinsi Baghlan, Assadullah Shahbaz.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid juga menyatakan hal yang sama.

"Beberapa pejuang Taliban lainnya saat bentrok dengan pasukan Afghanistan," ujarnya.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi menyatakan, beberapa pejuang Taliban telah berhasil menembus markas polisi.

Dua hari sebelumnya, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menawarkan gencatan senjata  selama bulan suci Ramadhan kepada Taliban.

Taliban menyatakan, tidak akan meletakkan senjata mereka menjelang Ramadhan.

" Gencatan senjata hanya akan dibahas setelah kesepakatan soal penarikan pasukan asing dirampungkan," kata juru bicara politik Taliban, Suhail Shaheen, kepada Reuters.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X