Telepon Putin, Apa Saja yang Dibicarakan oleh Trump?

Kompas.com - 04/05/2019, 16:07 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di istana Kepresidenan Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di istana Kepresidenan Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) dilaporkan melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama satu jam.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders menuturkan pembicaraan yang berlangsung Jumat (3/5/2019) itu berada dalam suasana positif dengan kedua pemimpin membicarakan berbagai isu.

Trump dikutip Newsweek mengatakan pembicaraannya dengan Putin "sangat panjang dan berlangsung secara produktif". Merek mendiskusikan mulai dari perdagangan.

Baca juga: Ini Kata Kim Jong Un soal Trump Saat Bertemu dengan Putin

Kemudian krisis di Venezuela, Ukraina, isu denuklirisasi Korea Utara (Korut), pengawasan senjata nuklir, hingga kabar Trump dibantu Rusia saat memenangkan Pilpres 2016.

Trump selama ini mempunyai opini bahwa jauh sebelum "Perburuan Penyihir" dimulai, menjalin hubungan baik dengan Rusia maupun China adalah perbuatan baik.

Percakapan telepon itu terjadi di tengah perbedaan sikap AS dan Rusia tentang krisis Venezuela antara Presiden Nicolas Maduro dengan pemimpin oposisi Juan Guaido.

Kedua pemimpin itu juga terbelah dalam menyikapi kesepakatan pembatasan senjata nuklir. Meski begitu, mereka sepakat tentang perlunya denuklirisasi di Korut.

Kremlin yang mengumumkan hasil pembicaraan telepon itu menyatakan, Putin dan Trump sangat puas dengan dialog mereka yang begitu konstruktif dan sarat akan keuntungan.

Selama pembicaraan di telepon, keduanya sama-sama sepakat tentang Korut dan kebutuhan mengintensifkan dialog di berbagai lini, termasuk stailitas strategis.

Meski begitu, Putin memperingatkan tentang krisis Venezuela, segala upaya yang dilakukan untuk mengubah kekuasaan secara paksa adalah bentuk meremehkan semangat demokrasi di sana.

Trump dilaporkan dianggap sebagai sekutu politik yang potensial bagi Putin ketika memasuki Gedung Putih pada Januari 2017, dan berjanji memulihkan hubungan antara AS dan Rusia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X