Kompas.com - 04/05/2019, 09:50 WIB

Analis Korut Ankit Panda memaparkan uji coba itu tidak melanggar moratorium Kim. Sebab, perjanjian itu hanya mencakup rudal balistik antar-benua.

"Secara historis, Korut tidak melaksanakan uji coba senjata apapun selama berada dalam momen pertemuan dengan AS. Pada saat ini pun, tak ada dialog di antara mereka," terang Panda.

Direktur Studi Korea di Center for the National Interest Harry J Kazianis berkata, melalui uji coba itu Kim bermaksud menunjukkan kepada dunia, terutama AS bahwa kemampuan militernya masih kuat.

"Ketakutan saya adalah saat ini kami berada dalam situasi yang mundur ke belakang di mana terjadi ancaman perang nuklir hinaan personal. Kondisi yang harus dihindari," tegas dia.

Baca juga: Korut: Jika Terus Paksakan Kehendak, AS Bakal Hadapi Konsekuensi Tak Diinginkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.