Kompas.com - 03/05/2019, 21:30 WIB
Narendra Modi, perdana menteri sekaligus pemimpin Bharatiya Janata (BJP) partai berkuasa di India saat ini. AFP/STRNarendra Modi, perdana menteri sekaligus pemimpin Bharatiya Janata (BJP) partai berkuasa di India saat ini.
Penulis Karim Raslan
|

Di sisi lain, tampaknya Rahul Gandhi sejauh ini gagal memenangkan hati sebagian besar pemilih India. Padahal Nyunatam Aay Yojana (NYAY) – sebuah skema untuk menjamin pendapatan minimum warga – yang dia inisiasi, cukup menarik perhatian publik.

Keputusan Rahul bahwa dia akan mencalonkan diri di daerah pemilihan Wayanad di Kerala (untuk menambah kekuasaan di luar wilayah keluarganya di Amethi, UP) tampaknya tidak menarik perhatian pemilih di Selatan India.

Unni, seorang mahasiswa Adivasi (suku pribumi di Selatan India) berusia 20 tahun, menolak kebijakan Rahul yang berorientasi kesejahteraan.

“Itu tidak akan berhasil di lapangan. Di Wayanad, Kongres direpresentasi oleh para pemilik perkebunan kaya yang tidak akan melakukan apa pun untuk membantu petani kecil karena itu akan merugikan kepentingan ekonomi mereka,” Adivasi memaparkan alasannya.

Ditambah lagi, Rahul kerap dilihat sebagai “bahan tertawaan” yang kian mengurangi kredibilitasnya, terutama bila disandingkan dengan Modi yang gagah perkasa.

Hal ini juga menjadi alasan yang cukup signifikan mengapa Rahul dengan gaya kepemimpinannya tidak dapat menjalin hubungan yang lebih kuat dengan politisi anti-Modi lainnya.

Sosok dua pimpinan daerah seperti Mayawati dan Mamata seharusnya menjadi sekutu alaminya. Namun kenyataannya, mereka bertekad untuk menggantikan Rahul.

Dengan keberadaan pemimpin yang lebih kuat, kepentingan-kepentingan yang saling tumpang tindih ini akan dapat disatukan sebelum Pemilu.

Namun yang terjadi, perbedaan kepentingan tersebut disatukan dengan kesepakatan-kesepakatan di balik layar.

Jadi, hingga dan hanya dengan kubu oposisi bersatu maka sayangnya tidak akan ada jawaban tepat untuk pertanyaan, “Jika bukan Modi, lalu siapa?”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.