Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/05/2019, 21:30 WIB
Penulis Karim Raslan
|

Tidak seperti Modi, Gadkari yang berusia 62 tahun – yang lahir, dibesarkan, dan mengurat akar di Nagpur – merupakan seorang kader partai setia yang cukup menonjol. Tetapi meskipun Gadkari berada dalam radar kasta Maharashtian kelas atas, minoritas kelas pekerja berpikir sebaliknya.

Di Jula, sebuah desa di UP di mana beberapa kerusuhan berdarah terjadi, seorang Nadeema Ali mengatakan bahwa Mayawati adalah pilihan terbaik untuk Perdana Menteri. Sebagai seorang buruh tani dan seorang Muslim, kekhawatiran utama Nadeema berada di kekerasan terhadap minoritas dan biaya hidup.

“Saya belum pernah mendengar rencana apapun dari Kongres (Kongres Nasional India/INC) atau partai lain. Partai Samajwadi (SP) adalah partai satu-satunya yang telah berkampanye di sini – dan Mayawati akan menjadi calon terbaik untuk memimpin karena dia juga mewakili minoritas,” tutur Nadeema.

Mayawati adalah ketua Bahujan Samaj Party (BSP, sekutu SP) –partai yang mewakili kasta Dalit. Anak perempuan dari seorang petugas kantor pos yang rendah hati ini telah menjabat sebagai Menteri Kepala negara bagian UP selama tiga periode.

Pemilih seperti Nadeema merasa bahwa Mayawati lebih cocok menjadi Perdana Menteri dari pada sosok pimpinan INC dan pewaris politik dinasti Nehru-Gandhi, Rahul Gandhi.

Kubu oposisi Modi terlihat mengalami kesulitan dalam menghadirkan koalisi yang menyatu. Sosok pemimpin dari Bengal Barat juga mengincar kursi Perdana Menteri.

Mamata Banerjee adalah sosok Menteri Kepala tangguh yang menjadi pimpinan sebuah partai lokal serta aliansi oposisi bernama “Mahagathbandan”.

Akrab dipanggil sebagai Mamata-didi (“kakak perempuan”), perempuan berusia 64 tahun ini juga populer di negara bagian sekitar perbatasan seperti Odisha.

Ajakannya untuk membentuk aliansi oposisi yang terbentuk dari partai-partai daerah menghasilkan “Kampanye Akbar” pada pertengahan Januari.

Kampanye Akbar ini dihadiri setengah juta orang (termasuk 20 pimpinan partai politik) dan membuat ibukota Bengal Barat, Kolkata, macet total.

Di daerah Puri, Odisha, kami berbincang dengan Manas Jana, seorang petugas keamanan hotel yang berasal dari keluarga petani.

Petugas keamanan berusia 32 tahun yang komunikatif ini mengatakan, “Saya lebih suka Mamata Didi menjadi Perdana Menteri. Dia bangga dapat mewakili orang-orang yang memilihnya dan dia memastikan partainya langsung bekerja di lapangan.”

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.