Pemilu di India: Jika Bukan Modi, Siapa?

Kompas.com - 03/05/2019, 21:30 WIB
Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) India meneriakkan slogan-slogan mendukung petahana Perdana Menteri India Narendra Modi di Siliguri pada 3 April 2019. (AFP/DIPTENDU DUTTA) Pendukung Partai Bharatiya Janata (BJP) India meneriakkan slogan-slogan mendukung petahana Perdana Menteri India Narendra Modi di Siliguri pada 3 April 2019. (AFP/DIPTENDU DUTTA)
Penulis Karim Raslan
|

VEENA Kumari, ibu rumah tangga berusia 52 tahun, adalah tipikal Narendra Modi. Dia tinggal bersama suaminya yang bekerja sebagai petani, di sebuah desa dekat Pratapgarh, sebuah kota berdebu dengan nuansa layaknya “kota yang belum siap”, terletak hanya 170 kilometer dari Lucknow, ibukota Uttar Pradesh (UP).

“Pengangguran adalah isu utama di negara ini. Namun keadaan telah membaik. Jika kita memberikan Modi 5 tahun lagi, tidak akan ada lagi pengangguran,” kata Veena.

Anak laki-lakinya yang berusia 20 tahun-an akan lulus perguruan tinggi dalam dua tahun. Veena yakin jika Narendra Modi terpilih kembali, anak laki-lakinya akan mendapatkan pekerjaan selepas lulus nanti.

“Modi akan menyelesaikan permasalahan kita. Jika bukan Modi, siapa?” Veena menambahkan.
Jika bukan Modi, lalu siapa?

Baca juga: Pemilu di India: Apa Untungnya Bagi Saya?”

Pertanyaan tersebut sering diteriakkan berkali-kali hingga menjadi sebuah slogan untuk mencerca oposisi. Bagi pendukungnya, sosok “orang kuat” ini tidak dapat digantikan.

Namun, sifat kampanye yang kuasi-presidensial memperkuat pentingnya pertanyaan tersebut: siapa yang mampu melawan pemimpin karismatik dengan pengikutnya yang banyak, seperti Modi?

Sang pemimpin hebat ini masih berpotensi tersandung karena performa ekonominya yang kurang berhasil, sikap acuh tak acuhnya terhadap kelompok minoritas, dan kurangnya perhatian mengatasi kemiskinan yang melanda pedesaan India.

Di sisi lain, partainya, Bharatiya Janata Party (BJP) tampak lebih tenang dalam menghadapi Pemilu mendatang.

Apakah seorang pengganti, mungkin pemimpin yang kurang memecah-belah dan lebih “merakyat”, dapat muncul dari kubunya sendiri?

Patut diingat bahwa dia bukan satu-satunya yang menunggangi kemenangan BJP pada 2014. Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), organisasi masyarakat Hindu yang berbasis di Nagpur, bisa dikatakan sebagai pemenang utama.

Baca juga: Klaim Temukan Jejak Yeti, AD India Malah Diledek dan Tak Dipercaya

Mengapa? RSS dengan ideologi Hindutva (Nasionalis Hindu), dinilai sebagai organisasi induk dari BJP pimpinan Modi. Setelah mendapatkan kekuasaan di tingkat nasional, kekalahan bukanlah sebuah opsi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X