Sampah hingga Jenazah Manusia Ditemukan di Gunung Everest

Kompas.com - 03/05/2019, 17:18 WIB
Atap dunia, puncak Gunung Everest dengan ketinggian 8.850 meter difoto dari Kalapattar, 5.545 meter. SHUTTERSTOCK / IGOR PLOTNIKOVAtap dunia, puncak Gunung Everest dengan ketinggian 8.850 meter difoto dari Kalapattar, 5.545 meter.

KATHMANDU, KOMPAS.com - Sebuah tim pembersih yang dikirimkan ke Gunung Everest dilaporkan telah mengumpulkan sampah dalam jumlah sangat besar dalam dua pekan pertama.

Pendakian komersial yang sudah digelar selama bertahun-tahun membuat gunung tertinggi dunia itu dicemari dengan sampah yang ditinggalkan oleh para pendaki.

Tenda neon, peralatan pendakian yang dibuang, tabung gas kosong, hingga kotoran manusia ditemukan sepanjang rute menuju puncak gunung yang berada di perbatasan China dan Nepal itu.

Baca juga: Berbagai Misi Mencapai Puncak Everest, Penerbangan hingga Pendaki Termuda


Di tengah musim pendakian 2019 yang dimulai April lalu, Nepal menerjunkan tim berisi 14 orang dengan tugas utama mengangkut 10 ton sampah dalam 1,5 bulan ke depan.

Diwartakan AFP dan CNN Kamis (2/5/2019), tim itu mengumpulkan sampah berjumlah 6.613 pounds atau sekitar 3,3 ton. Berat itu setara satu SUV atau kuda nil jantan dewasa.

Tim itu mengangkut kaleng kosong, botol, plastik, dan perlengkapan mendaki dari kamp pertemuan di tengah persiapan pendaki menaklukkan Puncak Everest.

Sebuah helikopter militer dikerahkan untuk membantu mengangkut sampah dengan tim Nepal itu diagendakan menuju ke lokasi selanjutnya guna melakukan pengumpulan.

"Kampanye tim pembersih baru saja dimulai dengan para anggota mulai menuju titik pendakian selanjutnya," terang Dandu Raj Ghimire, Kepala Badan Pariwisata Nepal.

Diberitakan The Himalayan Times, Ghimire menjelaskan pihaknya sudah melakukan pengaturan makanan, air, hingga tempat berteduh untuk mempermudah tugas tim pembersih itu.

Tim itu kemudian dibagi menjadi dua dengan kelompok beranggotakan delapan orang melakukan tugas di Kamp 2 yang berada di ketinggian 6.400 meter.

Kemudian kelompok beranggotakan tiga orang berada di Kamp 3, sekitar 7.950 meter, dan bakal menghabiskan waktu selama 15 hari untuk membersihkan sampah dari tumpukan salju.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk 'Person of the Year' Versi TIME

Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk "Person of the Year" Versi TIME

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X