Kompas.com - 03/05/2019, 16:35 WIB

MADRID, KOMPAS.com - Spanyol tidak akan membiarkan pemerintah Venezuela memasuki kedutaan besarnya di Caracas untuk menangkap tokoh oposisi terkemuka, Leopoldo Lopez.

Seperti diketahui, Lopez mencari perlindungan di sana pada Selasa lalu setelah muncul bersama pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido untuk menyerukan pemberontakan.

Melansir dari BBC, Kamis (2/5/2019), Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan, dalam keadaan apapun tidak akan memaksa Lopez untuk meninggalkan kedubes.

Baca juga: Redam Krisis, Presiden Maduro Tawarkan Hari Dialog Nasional Venezuela

Pemerintah Spanyol juga menyebutkan, Lopez dan keluarganya telah mencari keselamatan di kedubes Spanyol tapi belum mengajukan suaka politik.

Dalam video yang beredar di media sosial, nampak kedubes Spanyol dikelilingi militer Venezuela.

Lopez telah dibebaskan pada Selasa lalu oleh pihak berwenang yang memimpin oposisi.

Pengadilan Venezuela kemudian mengeluarkan surat perintah penangkapan Lopez karena melanggar ketentuan tahanan rumah.

Sebagai informasi, Lopez masih harus menjalani sisa hukuman selama 13 tahun penjara.

Dia ditangkap pada 2014 karena dituding memicu aksi protes keras terhadap pemerintah yang menewaskan puluhan orang.

Kini Spanyol berjanji akan menemukan solusi terkait Lopez secepat mungkin. Namun, pemerintah "Negeri Matador" menekankan, di bawah hukum internasional, tempat tinggal diplomatik tidak dapat diganggu gugat.

Baca juga: Berbaris Bersama Militer Venezuela, Maduro: Kami Tak Akan Menyerah

Istri Lopez, Lilian Tintori, pada Rabu lalu mengklaim di Twitter, rumah mereka telah dirampok dan digeledah saat pergi.

Dalam pernyataan yang dibuat di Kedubes Spanyol. Lopez mengomentari soal upaya pemberontakan.

"Ini bagian dari proses. Ini adalah celah yang akan menjadi celah yang lebih besar, yang pada akhirnya akan menghancurkan bendungan," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.