China Disebut Bangun Jaringan Markas Militer di Seluruh Dunia

Kompas.com - 03/05/2019, 15:39 WIB
Foto yang diambil pada 1 Agustus 2017, memperlihatkan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China saat diresmikannya pangkalan militer China di Djibouti.STR / AFP Foto yang diambil pada 1 Agustus 2017, memperlihatkan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China saat diresmikannya pangkalan militer China di Djibouti.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyebut China mempunyai cara melindungi proyek infrastruktur global One Belt One Road (OBOR) mereka.

Berdasarkan laporan yang dirilis kepada Pentagon sebagaimana diwartakan The Guardian Jumat (3/5/2019), China disebut bakal membangun jaringan markas militer di seluruh dunia.

Saat ini, China mempunyai satu markas di luar neger, yakni Djibouti. Namun laporan itu meyakini China bakal membangun di negara lain dalam usahanya menjadi negara superpower.

Baca juga: Djibouti Dijadikan Pangkalan Militer Pertama China di Luar Negeri

"Inisiatif OBOR China bakal membuat mereka membangun lebih banyak markas di luar negeri demi melindungi keamanan proyek mereka," ulas laporan Pentagon ke Kongres.

Menurut laporan itu, China bakal membangun markasnya di negara yang punya kesamaan kepentingan strategis dan sudah berhubungan erat seperti Pakistan.

Lokasi lain yang dapat dipertimbangkan oleh China adalah Timur Tengah, Asia Tenggara, maupun kawasan barat Pasifik. Usaha China itu, beber Pentagon, bisa dicegah.

Caranya adalah dengan meningkatkan kewaspadaan negara lain terhadap kehadiran Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Demikian isi dari laporan tahunan itu.

Laporan itu muncul setelah Pentagon memperingatkan aktivitas China di kawasan Arktik juga bisa meningkat dengan kehadiran militer, seperti masuknya kapal selam.

Pentagon mencatat Denmark mulai resah dengan kepentingan China di Greenland, di mana Beijing mengajukan proposal seperti renovasi bandara maupun membangun pusat penelitian.

Belum lagi sorotan kiprah China yang memperkuat militernya di Laut China Selatan yang menjadi kawasan sengketa internasional dengan negara seperti Filipina.

Washington Post baru-baru ini merilis pemberitaan tentang adanya tempat yang menampung pasukan China di timur Tajikistan, dekat persimpangan strategis Koridor Wakhan.

Presiden Xi Jinping dilaporkan telah berambisi untuk mengamankan "halaman belakang" China yang terletak di bagian timur serta tenggara Asia.

Ambisi itu mencakup memperoleh teknologi tinggi, menguatkan jaringan ekonomi dunia, dan memperkuat proyek militer baik di darat, laut, udara, bahkan luar angkasa.

"Pemimpin China memanfaatkan kekuatan ekonomi, diplomatik, dan militer yang tengah tumbuh untuk untuk mendapat keunggulan regipnal dan memperluas pengaruh internasional," ujar laporan tersebut.

Baca juga: KLHK Akan Panggil 8 Perusahaan Terkait Limbah B3 di Markas Militer



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Raja Malaysia Hentikan Rombongannya untuk Tolong Korban Kecelakaan

Raja Malaysia Hentikan Rombongannya untuk Tolong Korban Kecelakaan

Internasional
Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Internasional
Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Internasional
Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional

Close Ads X