Kompas.com - 03/05/2019, 14:45 WIB
Ilustrasi Kota New York Bizzi & PartnersIlustrasi Kota New York

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Pengadilan Distrik di New York City, AS, pada Kamis (2/5/2019), memutuskan untuk membebaskan dalang rencana pengeboman di stasiun, Najibulla Zazi.

Diwartakan ABC News, Zazi akan dibebaskan setelah 10 tahun kooperatif dalam penyelidikan otoritas federal untuk menghentikan serangan teroris ke depan.

"Kesempatan kedua yang dulunya tak terpikirkan ini sekarang mendatangi Anda," kata Hakim Pengadilan Distrik Raymond Dearie.

Baca juga: Ada Ancaman Serangan Bom yang Baru, Sri Lanka Batalkan Misa Minggu

Dengan begitu, Zazi akan menghirup udara bebas dalam beberapa hari ke depan. Padahal sebelumnya, dia terancam hukuman penjara seumur hidup setelah ditangkap pada 2009.

Selama persidangannya, dia mengaku bersalah dan 10 tajun bekerja sama dengan aparat hukum untuk melawan Al Qaeda.

"Saya mencoba yang terbaik untuk memperbaiki kesalahan dengan bekerja sama dengan pemerintah," ujar Zazi di pengadilan, seperti dikutip dari Washington Examiner.

Zazi dan dua temannya merencanakan bom bunuh diri pada 2009 di kereta bawah tanah Kota New York. Namun rencana mereka gagal karena ditangkap ketika masih dalam proses mendapatkan bahan bom.

Pada 2008, dia melakukan perjalanan ke Pakistan untuk dilatih oleh Al-Qaeda.

Zazi lahir di Afghanistan dan tumbuh di Peshawar, Pakistan. Selanjutnya, dia tinggal di Queens ketika berusia 14 tahu.

Dia pernah bersekolah di Flushing High School namun tidak lulus. Sebelum kembali ke Pakistan, dia sempat bekerja sebagai penjual kopi di Wall Street.

Baca juga: Inilah Identitas Para Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka di Minggu Paskah

Kepada penyidik, Zazi menceritakan semua pengalamannya di kamp pelatihan Al-Qaeda, Pakistan.

Jaksa Agung Eric Holder menyebut rencana pengeboman Zazi dan rekannya sebagai salah satu ancaman teroris paling serius sejak peristiwa 9/11.

Ketika bebas nanti, Zazi harus mendedikasikan seumur hidupnya untuk bekerja sama dengan pemerintah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X