Siklon Berjuluk Monster Terjang Wilayah Timur India

Kompas.com - 03/05/2019, 12:40 WIB
Awan hitam menyelimuti langit jelang Siklon Fani di Visakhapatnam, India, Rabu (1/5/2019). (Reuters) STRINGERAwan hitam menyelimuti langit jelang Siklon Fani di Visakhapatnam, India, Rabu (1/5/2019). (Reuters)

PURI, KOMPAS.com - Siklon Fani yang menjadi salah satu badai terbesar dari Samudra Hindia menghantam wilayah pesisir timur India pada Jumat (3/5/2019).

Diwartakan kantor berita AFP, siklon yang membawa angin dengan kecepatan hingga 180 km/jam itu menumbangkan pepohonan, menghancurkan kios makanan, dan memadamkan aliran listrik serya air.

Siklon berjuluk monster itu akan membawa gelombang badai berbahaya bagi dataran rendah yang berisiko banjir.

Baca juga: Ada Ancaman Siklon Terbesar, India Evakuasi 780.000 Penduduk


Dalam beberapa hari terakhir, pihak berwenang telah mengevakuasi lebih dari 1 juta orang karena ancaman kemungkinan gelombang setinggi 1,5 meter.

Pasukan Tanggap Bencana Nasional India (NDRF) berupaya untuk menyingkirikan pohon dan cabang yang tumbang agar tidak melukai warga ketika angin kencang kembali melanda.

Para ahli meteorologi memperingatkan tentang potensi kehancuran total pada rumah-rumah beratap jerami, tiang listrik, dan jaringan komunikasi.

Sekitar 3.000 tempat pengungsian di sekolah dan gedung pemerintah telah didirikan untuk menampung lebih dari 1 juta penduduk di Odisha.

Lebih dari 100.000 paket makanan kering siap disalurkan apabila diperlukan.

Sementara itu, sekitar 200 perjalanan kereta di sepanjang rute pesisir dibatalkan. Ada tiga kereta khusus yang beroperasi dari Puri untuk mengevakuasi wisatawan dan para peziarah.

Puri merupakan kota suci Hindu yang merupakan tuuan wisata di pantai yang menarik jutaan pengunjung setiap tahun.

Penerbangan juga telah dibatalkan dan pelabuhan ditutup. Meski demikian, Angkatan Laut India mengirim enam kapal perang ke wilayah terdampak.

Seorang warga bernama Krishna Chandra Sahu membawa 7 anggota keluarganya menginap di hotel di luar kota untuk menghindari badai.

"Kami tidak merasa rumah kami aman sehingga datang ke sini," katanya.

Baca juga: Tentara India Klaim Temukan Jejak Kaki Raksasa, Benarkah Milik Yeti?

"Kami hanya akan tinggal sampai badai berlalu. Kami tidak takut tetapi kami merasa lebih aman di sini," imbuhnya.

Siklon Fani diperkirakan akan meluncur ke timur laut ke negara bagian Benggala Barat dan menuju Bangladesh.

Di Bangladesh, Kepala Manajemen Bencana Mohammad Hashim mengatakan lebih dari 4.000 tempat pengungsian telah dibuka di 19 distrik pesisir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X