KILAS

Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia Emban Tugas Ini

Kompas.com - 03/05/2019, 12:04 WIB
Perwakilan Indonesia (memegang bendera merah putih) berpose usai Indonesia terpilih jadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB di New York, Jumat (8/6/2018)Dok. Humas Kementerian Luar Negeri RI Perwakilan Indonesia (memegang bendera merah putih) berpose usai Indonesia terpilih jadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB di New York, Jumat (8/6/2018)

KOMPAS.com – Satu tahun lalu, tepatnya pada Jumat (8/6/2018), Indonesia kembali terpilih menjadi anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( DK PBB) usai meraih 144 suara dari 193 negara,

Hasil itu pun menunjukan bahwa Indonesia berhasil meyakinkan hampir 75 persen negara anggota PBB guna mendukungnya menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk kawasan Asia Pasifik.

Bersama Jerman, Afrika Selatan, Belgia dan Republik Dominka, Indonesia pun masuk sebagai anggota Tidak Tetap DK PBB. Apa itu DK PBB?

Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima dijelaskan bahwa DK PBB adalah salah satu organ yang penting dalam PBB. Organ ini terdiri dari 15 anggota, yaitu 5 anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap.


Anggota tetap DK PBB adalah Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Prancis dan Inggris, sementara anggota tidak tetap dipilih berdasarkan kawasan dan menjabat selama 2 tahun.

Sesuai dengan Pasal 24 Piagam PBB, DK PBB mempunyai tugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Hal itu sesuai dengan salah satu cita-cita luhur bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam UUD 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Maka dari itu, dengan menjadi bagian DK PBB berarti Indonesia mewujudkan kewajiban yang menjadi amanat konstitusi tersebut dalam bentuk konkret.

Kewenangan DK PBB

Perlu diketahui guna melaksanakan tugas dalam Pasal 24 Piagam PBB tersebut, DK PBB diberikan kewenangan-kewenangan sebagaimana tercantum dalam Bab VI, VII, VIII dan XII.

Suasana sebuah sidang Dewan Keamanan PBB.Shutterstock Suasana sebuah sidang Dewan Keamanan PBB.
Termasuk kewenangan dalam menetapkan sanksi berupa embargo kepada suatu negara hingga otorisasi penggunaan kekuatan bersenjata untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Kewenangan-kewenangan yang dapat mempengaruhi dunia tersebut, hingga kini hanya dapat ditentukan oleh 15 anggota DK PBB. Oleh sebab itu menjadi anggota tidak tetap DK PBB bukanlah hanya sekedar prestise belaka.

Indonesia akan mendapatkan posisi yang strategis untuk menjalankan politik luar negeri dan kepentingan-kepentingan yang diusungnya.

Singkat kata, Republik ini akan memiliki suara untuk mempengaruhi keputusan-keputusan terkiat keamanan dunia yang akan diambil DK PBB.

Dengan demikian, Indonesia ini dapat memanfaatkan DK PBB untuk melaksanakan prioritas Republik ini dalam DK PBB.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X